Saturday, July 18, 2009

1 Bulan Penuh Arti

Gak pernah aku bayangin sebelumnya kalo Tuhan akan memberiku suatu pengalaman yang bisa membuka mata, hati dan pikiranku. Walau hanya satu bulan tapi semua itu telah berhasil mengubah semua pikiran dan mengingatkanku akan sesuatu yang dulu slalu kulupakan.Dengan ini semua aku berharap aku dapat mengubah jalanku agar aku bisa menjadi lebih dewasa dan sabar dalam menghadapi semua rintangan di jalan hidupku, juga untuk selalu bersyukur dalam tiap langkahku.

Pelajaran berharga yang kupelajari selama satu bulan ini salah satunya adalah betapa melelahkannya dunia kerja, dari pagi hari hingga sore hari namun keadaan tak memungkinkan untuk kembali ke rumah sore hari tapi malam hari barulah bisa dengan santai beristirahat. Ternyata melelahkan hidup di kota besar di ibukota pula. Sekarang barulah aku menyadari, aku harus bersyukur karena dengan kesibukan orang tuaku bekerja mereka masih tetap ada waktu lebih banyak untuk keluarga. Akankah aku siap menghadapi dunia kerja itu? Itulah yang kini menjadi pemikiranku. Pada awalnya aku begitu menginginkan memasuki dunia itu namun ketika waktunya semakin dekat, aku mulai merasa was-was. Namun ketika ku temui mereka yang tengah melakoni dunia itu mereka membuka pikiran dan kembali memompa semangatku ‘tuk segera menjajaki dunia itu. Aku harus kuat dalam menempuh semuanya agar kudapat bertahan dalam dunia yang belum pernah kujajaki sebelumnya dan kutahu tak mudah ‘tuk berada di sana.


Dan pelajaran lain yang sangat membekas di hatiku dan sedikit memberikan ‘tamparan’ pada setiap tingkah lakuku selama ini adalah sulit dan beratnya menjadi seorang kakak, meski kuyakini tidak semua kakak akan mengalami hal-hal yang sulit dan berat. Aku perlahan menyadari ketika menjadi seorang kakak, mereka akan memikul suatu tanggung jawab baru, meski bukan tanggung jawab yang eksplisit namun ini seolah-olah menjadi salah satu kewajiban mereka untuk bertanggung jawab akan adik-adiknya. Ketika keberadaanku belum ada merekalah yang menjadi satu-satunya tempat mencurahkan kasih sayang dari semua keluarga namun ketika hadir sosok baru maka mereka harus ikhlas membagi kasih sayang yang diberikan padanya ke sosok baru itu. Harus banyak mengalah menjadi suatu hal yang selalu dituntut dari seorang sulung, hanya mereka yang memiliki kesabaran dan kedewasaan yang dapat melakukannya dengan baik. Tak pernah kubayangkan semua itu harus dialami oleh mereka. Meski ini hanyalah hal-hal kecil namun sekarang kumelihat dan kusadari bahwa semua itu tak semudah yang dibayangkan untuk dilakukan, akan ada pedih dan kesal di hati tiap kali semua itu dilakukan.

Dengan melihat ini semua aku kembali melihat pada diriku sendiri, semua kasih sayang lebih yang diberikan padaku ternyata sedikit banyak telah melukai saudaraku sendiri, aku terlalu sering diistimewakan, semua membuatku menjadi anak yang cukup manja dan egois. Hidup jauh dari rumah perlahan menghilangkan rasa manja ku sendiri. Meski sering kali sikap kekanak-kanakan dan egoisku menyulitkan dan melukai saudaraku namun ia tak pernah mengeluhkan itu padaku. Sungguh suatu kesabaran besar yang tak pernah kumiliki. Berkat hal-hal inilah aku sekarang belajar menerima sikap dan sifat-sifat teman-temanku yang dulu selalu membuatku marah. Semua ini telah berhasil mengubah pemikiranku dan membimbingku untuk belajar bersabar, belajar menjadi dewasa, belajar untuk menjadi lebih kuat dalam menghadapi segala sesuatu dan bersyukur untuk semua yang ada dalam hidupku.

Thursday, July 9, 2009

I'll Be There - Michael Jackson

You and I must make a pact
We must bring salvation back
Where there is love, I'll be there
I'll reach out my hand to you,
I'll have faith in all you do
Just call my name and I'll be there

Chorus:
And oh - I'll be there to comfort you,
Build my world of dreams around you
I'm so glad that I found you
I'll be there with a love that's strong
I'll be your strength, I'll keep holding on
Yes I will, yes I will

Let me fill your heart with joy and laughter
Togetherness, well thats all I'm after
Whenever you need me, I'll be there
Ill be there to protect you
With an unselfish love I respect you
Just call my name and Ill be there
(chorus)

If you should ever find someone new
I know hed better be good to you
cos if he doesnt, Ill be there
Dont you know, baby, yeah yeah
Ill be there, Ill be there, just call my name, Ill be there
(just look over your shoulders, honey - ooh)
Ill be there, Ill be there, whenever you need me, Ill be there
Dont you know, baby, yeah yeah
Ill be there, Ill be there, just call my name, Ill be there...

You Are Not Alone - Michael Jackson

Another day has gone
I'm still all alone
How could this be
You're not here with me
You never said goodbye
Someone tell me why
Did you have to go
And leave my world so cold

Everyday I sit and ask myself
How did love slip away
Something whispers in my ear and says

That you are not alone
For I am here with you
Though you're far away
I am here to stay

But you are not alone
For I am here with you
Though we're far apart
You're always in my heart
But you are not alone
'Lone, 'lone
Why, 'lone

Just the other night
I thought I heard you cry
Asking me to come
And hold you in my arms
I can hear your prayers
Your burdens I will bear
But first I need your hand
Then forever can begin
Everyday I sit and ask myself
How did love slip away
Something whispers in my ear and says


That you are not alone
For I am here with you
Though you're far away
I am here to stay
For you are not alone
For I am here with you
Though we're far apart
You're always in my heart
For you are not alone

Whisper three words and I'll come runnin'
And girl you know that I'll be there
I'll be there
 
You are not alone
For I am here with you
Though you're far away
I am here to stay
For you are not alone
For I am here with you
Though we're far apart
You're always in my heart
For you are not alone
For I am here with you
Though you're far away
I am here to stay
For you are not alone
For I am here with you
Though we're far apart
You're always in my heart
For you are not alone...

Tuesday, June 9, 2009

Pesan Untukkmu Anakku

Anakku yang kusayangi…
Pada suatu saat dikala kamu menyadari bahwa aku t’lah menjadi sangat tua,
Cobalah berlaku sabar dan cobalah mengerti aku..
Jika banyak makanan yang tercecer kala aku sedang makan,
Jika aku kesulitan dalam mengenakan pakaianku sendiri,
Sabarlah!
 
Kenanglah saat-saat dimana aku meluangkan waktuku untuk mengajarimu tentang segala sesuatu yang perlu kau tahu ketika kau masih kecil.
Jika aku mengulang mengatakan hal yang sama berpuluh kali,
Janganlah menghentikanku, dengarkanlah aku!
Ketika kau kecil, kau slalu memintaku membacakanmu cerita yang sama berulang-ulang
Dari malam yang satu ke malam yang lain hingga kau tertidur
Dan semua itu kulakukan untukmu

Jika aku enggan mandi,
Janganlah memarahiku dan jangan katakan padaku itu memalukan
Ingatlah berapa banyak pengertian yang kuberikan padamu, saat menyuruhmu mandi kala kau kecil

Kala melihat ketidaktahuanku akan teknologi yang baru,
Janganlah menertawakanku
Tapi berikanlah waktu untukku memahaminya.
Seperti aku mengajarimu banyak hal,
Cara makan yang baik, cara berpakaian yang baik
Berperilaku yag baik juga bagaimana menghadapi masalah dalam kehidupan

Jika kadang aku menjadi pelupa dan aku tidak dapat mengerti dan mengikuti pembicaraan
Berilah aku waktu untuk mengingat dan jika aku gagal melakukannya
Jangan Sombong dan Memarahiku
Karna yang penting bagiku adalah aku dapat bersamamu dan dapat berbicara padamu

Jika aku tak mau makan,
Jangan paksa aku
Aku tahu bilamana aku lapar dan kapan aku tak lapar.

Ketika kakiku tak lagi mampu menyangga tubuhku, untuk bergerak seperti sebelumnya,
Bantulah aku dengan cara yang sama ketika aku merengkuhmu dalam tanganku, mengajarimu melakukan langkah-langkah pertamamu.

Dan kala suatu saat nanti ketika kukatakan padamu
Bahwa aku tak lagi ingin hidup, ketika aku ingin mati
Jangan marah karena pada saatnya nanti kau juga akan mengerti!
Cobalah utnuk mengerti bahwa pada usia tertentu
Kita tidak benar-benar “hidup” lagi, kita hanya “tidak mati”

Suatu hari kelak kau akan mengerti bahwa di samping semua kesalahan yang kubuat, aku slalu ingin apa yang terbaik bagimu dan bahwa aku menyiapkan dasar bagi perkembangan kehidupanmu kelak.
Kau tak usah merasa sedih, tidak beruntun atau gagal di hadapanku melihat kondisiku dan usiaku yang sudah bertambah tua. Kau harus slalu ada didekatku, mencoba mengerti aku bahwa hidupku adalah bagimu, bagi kesuksesanmu seperti apa yang kulakukan pada saat kau lahir.

Bantulah aku untuk berjalan,
Bantulah aku pada akhir hidupku dengan Cinta dan Kesabaran
Satu hal yang membuatku harus berterimakasih padamu adalah senyum dan kecintaanmu padaku

Aku mencintaimu anakku
Ayah dan Ibumu

Monday, June 8, 2009

Menikmati Hidup dengan 90/10

PRINSIP 90/10

Oleh : STEPHEN COVEY

Bagaimana prinsip 90/10 itu ?
- 10% dari hidup anda terjadi karena apa yang langsung anda alami.
- 90% dari hidup anda ditentukan dari cara anda bereaksi.

Maksudnya :
Anda tidak dapat mengendalikan 10% dari kondisi yang terjadi pada diri anda.


Contoh :
Anda tidak dapat menghindar dari kemacetan.
Pesawat terlambat datang dan hal ini akan mengganggu seluruh jadwal anda.
Kemacetan telah menghambat seluruh rencana anda.
Anda tidak dapat mengontrol kondisi 10% ini.
Tetapi beda dengan 90% lainnya. Anda dapat mengontrol yang 90% ini.
Bagaimana caranya ?
Dari cara reaksi anda !!
Anda tidak dapat mengontrol lampu merah, tetapi anda dapat mengontrol reaksi anda.


Contoh Lain :
Anda makan pagi dengan keluarga anda. Anak anda secara tidak sengaja menyenggol cangkir kopi minuman anda sehingga pakaian kerja anda tersiram kotor. Anda tidak dapat mengendalikan apa yang baru saja terjadi.

Reaksi Anda :
Anda bentak anak anda karena telah menjatuhkan kopi ke pakaian anda. Anak anda akhirnya menangis. Setelah membentak, anda menoleh ke istri anda dan mengkritik karena telah menaruh cangkir pada posisi terlalu pinggir diujung meja.

Akhirnya terjadi pertengkaran mulut. Anda lari ke kamar dan cepat-cepat ganti baju. Kembali ke ruang makan, anak anda masih menangis sambil menghabiskan makan paginya. Akhirnya anak anda ketinggalan bis. Istri anda harus secepatnya pergi kerja. Anda buru-buru ke mobil dan mengantar anak anda ke sekolah. Karena anda telat, anda laju mobil dengan kecepatan 70 km/jam padahal batas kecepatan hanya boleh 60 km/jam. Setelah terlambat 15 menit dan terpaksa mengeluarkan kocek Rp 600.000,- karena melanggar lalu lintas, akhirnya anda sampai di sekolah. Anak anda secepatnya keluar dari mobil tanpa pamit..
Setelah tiba di kantor dimana anda telat 20 menit, anda baru ingat kalau tas anda tertinggal di rumah. Hari kerja anda dimulai dengan situasi buruk. Jika diteruskan maka akan semakin buruk. Pikiran anda terganggu karena kondisi di rumah.

Pada saat tiba di rumah, anda menjumpai beberapa gangguan hubungan dengan istri dan anak anda.
Mengapa ? Karena cara anda bereaksi pada pagi hari.

Mengapa anda mengalami hari yang buruk ?*
1. Apakah penyebabnya karena kejatuhan kopi ?
2. Apakah penyebabnya karena anak anda ?
3. Apakah penyebabnya karena polisi lalu lintas ?
4. Apakah anda penyebabnya ?
Jawabannya adalah No. 4 yaitu penyebabnya adalah anda sendiri !!
Anda tidak dapat mengendalikan diri setelah apa yang terjadi pada cangkir kopi. Cara anda bereaksi dalam 5 detik tersebut ternyata adalah penyebab hari buruk anda.

Cara yang seharusnya :
Cairan kopi menyiram baju anda. Begitu anak anda akan menangis, anda berkata lembut : "Tidak apa-apa sayang, lain kali hati-hati ya." Anda ambil handuk kecil dan lari ke kamar. Setelah mengganti pakaian dan mengambil tas, secepatnya anda menuju jendela ruang depan dan melihat anak anda sedang naik bis sambil melambaikan tangan ke anda. Anda kemudian mengecup lembut pipi istri anda dan mengatakan : "Sampai jumpa makan malam nanti."

Anda datang ke kantor 5 menit lebih cepat dan dengan muka cerah menegur staff anda. Bos anda mengomentari semangat dan kecerahan hari anda di kantor.

Ternyata penyebabnya adalah dari cara anda bereaksi !
Anda tidak dapat mengendalikan 10% dari yang sudah terjadi. Tetapi yang 90% tergantung dari reaksi anda sendiri. Ini adalah cara untuk menerapkan prinsip 90/10. Jika ada orang yang mengatakan hal buruk tentang anda, jangan cepat terpancing. Biarkan serangan tersebut mengalir seperti air di gelas. Anda jangan membiarkan komentar buruk tersebut mempengaruhi anda.
Jika beraksi seadanya atau salah reaksi maka akan menyebabkan anda: kehilangan teman, dipecat, stress dan lain-lain yang merugikan.


Contoh lain :
- Anda dipecat.
Mengapa anda sampai tidak bisa tidur dan khawatir ?
Suatu waktu akan ada jalan keluar. Gunakan energi dan waktu yang hilang karena kekhawatiran tersebut untuk mencari pekerjaan yang lain.

- Pesawat terlambat.
Kondisi ini merusak seluruh schedule anda. Kenapa anda marah-marah kepada petugas tiket di bandara ? Mereka tidak dapat mengendalikan terhadap apa yang terjadi. Kenapa harus stress ? Kondisi ini justru akan memperburuk kondisi anda. Gunakan waktu anda untuk mempelajari situasi, membaca buku yang anda bawa, atau mengenali penumpang lain.
 
Gunakanlah prinsip 90/10 dalam aktivitas harian anda dan anda akan kagum atas hasilnya. Tidak ada yang hilang danhasilnya sangat menakjubkan.

Monday, June 1, 2009

Menanti Jawab Bahagia

Malam itu begitu pekat
Hanya bulan yang setia menyinari
Kulihat wajah yang begitu bahagia
Senyum indah menghiasi wajah itu
Lelah dan bahagia semu memenuhi relung jiwa
Menanti jawab atas senyuman indah
Detik berganti menit
Hingga akhirnya tiba waktu tuk mencari jawab

Berjalan di gelap malam
Mencari akhir dari keraguan
Akhir dari sebuah penantian dan kegundahan hati
Hingga kutemukan sebuah perhentian itu

Kulepaskan genggaman tuk merelakanmu
Berjalan menuju bahagiamu
Bintang perlahan mulai menampakan diri
Menggantikanmu menemaniku

Kutunggu.. namun..
Penantianku bukanlah yang seharusnya
Meninggalkanmu adalah yang terbaik
Karna dia kan menjagamu dan menyayangimu
Jauh lebih dalam dariku

Kunanti kau di akhir
Senyum indah dan sentuhan hangatnya
Menjawab sgala tanya di hati
Dialah bahagiamu

Aku bukan siapa didirimu
Di lubuk hati terdalamku
Kau berarti dalam diriku
Terlalu banyak yang tlah kau lakukan untukku
Maafkan semua salahku
Biarkan senyum indah itu menghiasi wajahmu
Karna senyum bahagiamu menjadi bahagiaku jua

Sunday, May 24, 2009

Sahabat Palsu

Layaknya riak ombak di tepi pantai
Berkali-kali kau ucapkan kita sahabat
Namun layaknya riuh hujan di hari itu
Berkali-kali pula kau kecewakan aku


Sahabat..
Kucari dan kujaga slalu
Namun inikah balasan untuk semua itu?
Melukai dan menyakiti seolah menjadi kebahagiaanmu


Sekali ku mencoba bertahan
Melupakan semuanya bersama hembusan angin
Namun semua terulang
dan slalu ku coba bertahan menahan sakit hati ini


Mengapa begitu menyakitkan bagiku??
Karna ku tau kau yang melakukan semua itu
Mulut manis dan semua tingkahmu
Meluluhkan hati beku ini
Namun kau keraskan lagi dengan semua sakit karnamu


Kusesali semua perjumpaan
Kusesali semua yang tlah kita lakukan
Kusesali mengapa harus kumasuki lingkaran ini
Andai waktu dapat kuputar kembali


Malam bantulah aku tuk menghapus perih hati ini
Redup sinar bulan menjadi tanda
Tiada lagi kata sahabat sejati
Karna mereka bukanlah sahabat sejati
Namun hanyalah Sahabat Palsu
yang baginya Maaf adalah kata yang tak akan mereka ucapkan


Kuharap dapat bertahan di sisa tahun ini
Mempertanggungjawabkan smua pilihanku
Pilihan yang salah yang ingin skali kuakhiri
Namun hanya waktu yang dapat mengakhiri ini semua
Waktu cepatlah berlalu
Agar tak perlu lagi kutemui sahabat palsu


Langit cerah pun akan menjadi langit kelam
Kala badai datang
begitu pula hidup
Kebahagian yang diberi kan menjadi kesedihan
saat kepalsuan tumbuh di dalamnya