Showing posts with label Curhat. Show all posts
Showing posts with label Curhat. Show all posts

Saturday, October 9, 2010

T-Group

Hmmmm, selama satu hari, aku dan teman-teman kelasku diajak ke The Village Pancawati Bogor untuk menjalankan Sensitivity Training atau T-Group. Selama di sini kami diminta untuk membuka Jendela Djouhari atau bahasa umumnya adalah masa curhat untuk mengetahui siapa kita di mata mereka. Disini diharapkan kita sedikit membuka diri dan membiarkan orang lain mengenal kita lebih jauh, dan kita juga dapat melihat dan mengerti apa yang orang lain lihat dan bagaimana orang lain menilai siapa kita.

Tanggal 8 Oktober 2010 aku dan 20 temanku berangkat dan langsung memulai yang kusebut 'Sesi Curhat' kami dibagi menjadi 3 kelompok sharing dan mulailah satu persatu kami menceritakan siapa kami dan bagaimana kami menjalani hidup hingga akhirnya berada di sana saat itu. Kemudian rekan sekelompok dapat mulai menanyakan segala tentang kita dan mereka akan memberikan feedback untuk kita memperbaiki diri, mengklarifikasi kesalahpahaman dan membuka persepsi kita sendiri akan siapa kita.

Semua itu terdengar sangat simple tapi ternyata sesuatu yang cukup-cukup 'menampar' aku sendiri. Disini aku baru akhirnya menyadari banyak yang terluka dan sangat tidak suka dengan sifat burukku yang sangat sulit memang untuk diubah yaitu sekali BT entah dengan siapa pasti semua orang kena. Astaga untuk kesekian kalinya sifat dan sikap itu memakan korban lagi. Dan yang paling terkena adalah orang yang ternyata sangat care terhadap aku walaupun belum lama juga kami kenal. Dan dimata teman temanku, mereka mengatakan bahwa temanku satu itu sangat sangat sayang terhadapku. Aku juga tidak mengelak bahwa memang dia terlihat begitu perhatian dan sayang aku, dan memang ini sungguh salah satu tamparan yang kembali mengusik sejarah pertemananku dengan teman-teman lainku. Ternyata semua pastinya merasakan seperti itu, merasakan bahwa mereka akan selalu jadi 'korban' dari BT tidak jelasku, merasakan bahwa care mereka dan sayang mereka, ternyata sering kubalas dengan wajah cemberut, BT, yang pastinya juga melukai mereka.

Wow! Banyak yang memuji namun tidak sedikit yang mencela. Kesemuanya juga merupakan fakta yang tidak akan kuelak kebenarannya. Di sana kuharap semua duri itu, semua bibit bibit yang akan membawaku ke BT tidak jelas yang hanya akan menyakiti orang yang menyayangiku, dapat kukubur dan tidak akan muncul lagi. Biarlah ini menjadi saat saat Reborn-ku. Memperbaiki yang lalu dan tidak akan kembali ke perilaku yang sama.

Selain aku lebih mengenal diriku sendiri, aku juga mendengarkan keragaman latar belakang dan sejarah dari teman-temanku yang ternyata semua orang pastinya punya sisi lain kehidupan. Dan ini juga membuka pikiranku bahwa bukan hanya aku, dan ternyata masalah hidupku dan keluargaku bukanlah hal yang paling berat di dunia karena ternyata banyak dari temanku juga mempunyai masalah yang tidak jauh kompleks dengan kehidupanku sendiri. Ternyata aku harus bersyukur dengan hidupku saat ini karena jika dibanding mereka sebenarnya hidupku tergolong hidup yang meski bukan sempurna namun sebenarnya hidup yang jauh-jauh lebih 'tenang' dibanding mereka. Hal ini juga mengajarkan kepadaku dan sedikit banyak mengubah pandanganku ke teman temanku itu, dan aku semakin meyakini bahwa memang pendidikan pertama datang dari keluarga dan itu akan menjadi dasar kehidupan seseorang.

Di akhir penutupan, ketika harus memilih asosiasi diri, aku memilih menjadi AIR. Mengapa? karena aku ingin menjadi sosok yang reachable, adaptive, menjadi sumber kehidupan, dan pastinya aku ingin menjalani hidupku dengan mengalir dan terus mengalir maju ke depan dan meski aku harus mengalami hambatan dan rintangan aku pasti dapat menemukan jalan keluar meski itu sempit, berliku dan sangat kecil. Air selalu menjadi sosok yang selalu akan mewakili aku dan aku selalu memilih air, aku sendiri tidak tau apa yang mendorong itu semua, selain alasan alasan itu, namun saat harus mengasosiasikan diri pastinya air adalah pilihan utama yang selalu aku pilih.

Keesokan harinya, acara Sensitivity Training ini ditutup dengan sedikit game team building dan Paint Ball. Dan sebagai hadiah pulang adalah seamplop Sugar Grams yang berisi sisi positif dari aku dimata teman-temanku. Bukan merupakan surprise yang diluar perkiraan, namun banyak dari sugars itu yang mendorongku untuk lebih semangat mengejar masa depan yang lebih baik untuk aku sendiri.
My Sugar Grams
Akhirnya, kuharap semua ini benar benar bisa mengubahku, dan aku MAU untuk berubah!!!!!

I'm so sorry to all of my friends, especially all of my best friends
Even I've already known that all of my bad mood was driven us go to conflict or break our relationship
But now I'm really really realize that it's not just me and myself that was hurt but I hurt you more than I realize
You've gave me your love, your care and a lot of memories and I don't wanna lose it anymore
I promise I will change, and today is my REBORN

Friday, December 18, 2009

Kuliah

Akhirnya saatnya t’lah tiba, semua pertemuan akan diakhiri dengan perpisahan. Tiga setengah tahun tak terasa t’lah berlalu, banyak kenangan indah yang penuh dengan canda tawa dan air mata. Suka dan duka tiada henti menghiasi semua langkahku di sini. Kuliah suatu masa yang penuh kebebasan, kemandirian suatu masa sebelum benar-benar tenggelam dalam dunia yang sepenuhnya, masa persiapan terakhir ‘tuk masa depan.

Tak pernah kulupa, saat itu untuk pertama kalinya aku akan melangkah keluar dari rumah dan menuju tempat ku menuntut ilmu. Air mata turut mengiringi kepergianku dan kakakku. Semua terasa menyedihkan kala ayahku pergi setelah mengantarku di tempat kos yang hingga kini masih kutinggali. Dulu tak pernah kubayangkan aku akan hidup jauh dari rumah, karna aku tergolong anak yang cukup manja hahahahaha. 

Pertama kalinya aku memulai masa orientasi tanpa ada satu orang pun yang kukenal. Ketika itulah seorang teman pertama yang kukenal Mellisa, siapa yang menyangka ternyata dia satu kelas juga dengan ku. Setelah mulai masuk di kelas barulah aku menyadari ada beberapa teman SMP ku disana dan lucunya nomor urut kami berurutan. Minggu demi minggu kulalui dan akhirnya mulailah aku mengenal teman – teman ini. Tidak hanya teman satu kelas tapi satu angkatan, ospek jurusan membuat ku mengenal mereka. Pengalaman ospek yang penuh dengan tawa dan letih karna tugas-tugas ospek yang mulai berhamburan datang. Tapi semua itu hanya awal dari tugas-tugasku di kuliah. 

Semester pertama kulewati dengan adanya Praktikum Statistik ini adalah pertama kalinya aku merasakan betapa melelahkannya membuat laporan. Kelompok pertama ku adalah dengan teman-teman SMP ku, Reynard dan Erick. Kenangan yang cukup berkesan di semester ini adalah pertama kali dan terakhirnya aku mengalami Sidang Mencontek, karna kesamaan huruf besar dan huruf kecil akhirnya nilai modul itu dipotong hingga tinggal 47%. Hahahahahaha. Selain hidup perkuliahan aku juga mulai menikmati hidup sebagai anak kos. Aku mulai mengenal dan akrab dengan teman-teman kos ku, sungguh menyenangkan ketika lelah dan penat di kuliah aku bisa mendapatkan sedikit angin segar dengan keakraban yang lain yang kuterima dari teman-teman kos.

Semester selanjutnya kuawali dengan pengalaman yang cukup menyenangkan pertama kalinya aku merayakan Taun baru Imlek dengan teman-temanku. Meski tidak semua kukenal namun dari sanalah aku mulai mengenal mereka. Meski sedikit menyedihkan namun ini membahagiakan dan memberiku pengetahuan yang baru, banyak hal-hal baru yang kupelajari dari mereka. Semester ini kuawali dengan perpisahan dengan teman kuliahku, Vita. Ia memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan kuliahnya namun kembali ke rumahnya di Pekalongan. Berkat ia aku mulai masuk dan mengenal teman-teman yang akan menemani dan menjadi teman dekatku nantinya, Marina, Iren, Mawar dan Vanessa. Tanpanya belum tentu aku akan masuk dalam lingkaran itu, D’Mama Irvan (meski aneh namanya tp memang inilah nama yang diberikan). Di semester ini aku bekerja sama dengan Yehom untuk tugas praktikum statistiku selanjutnya. Akhir dari semester ini kunikmati libur yang sangat panjang yang ternyata terlalu lama libur cukup membuatku jenuh. Tanpa terasa satu taun sudah kulewati dengan status sebagai seorang mahasiswa.


Semester tiga kembali dimulai,setelah sekian lama menikmati libur tanpa belajar apapun rasanya mulai kuliah adalah hal yang menyenangkan karena bertemu dengan teman-teman tapi sekaligus menjadi hal yang melelahkan karna akan dimulai dengan tugas dan praktikum. Semester ini menjadi semester yang cukup padat banyak tugas dan praktikum, kali ini rekan praktikum APK&E 1 ku adalah Reynard, Marina dan Robby. Semester ini diisi dengan praktikum lain lagi yaitu ProsProd pembentukan, yang dilakukan di ITB pertama kalinya aku pergi ke ITB adalah praktikum itu. Hal yang sama juga terjadi pada semester empat ku dengan tetap adanya praktikum APK&E 2 dan ProsProd permesinan ditambah dengan adanya praktikum P3. Asisten praktikum P3 adalah cc sepupuku sendiri, Melli, tapi sayang aku belum pernah mendapat asisten dia. Hehehehe. Di praktikum P3 ini partnerku adalah Marina. Mulai dengan semester inilah mulai banyaknya tugas menumpuk dengan laporan terus menurus tiap minggu. Di semeseter ini aku mulai ikut dalam kegiatan kemahasiswaan yang diadakan Himpunan, dimana secara tidak langsung keaktifan ini berkat Marina dan Mawar yang menjadi anggota himpunan.


Semester 5 menjadi puncak kesibukan, diawali dengan ikut menjadi panita ospek dimana aku menjadi anggota divisi tata tertib. Selain itu kini aku menjadi anggota himpunan staff pengabdian masyarakat. Pada kesempatan inilah aku mendapat pengalaman berharga dan sangat berkesan meski aku kehilangan yang kuimpikan namun ketika aku berusaha menerima kehilangan itu aku mulai menikmati posisiku. Kegiatan ekstra ini menjadi penambah kesibukan dan tugasku dimana tidak lepas dari praktikum dan tugas besar. Aku harus menjalani praktikum SisProd dan menyelesaikan tugas besar P2P. Saat ini lah mulai muncul konflik dan ketidak sepahaman antara aku dan teman-teman dekatku itu. Ketika kesibukan masing-masing mulai menguasai ego masing-masing saat itulah emosi mudah tersulut. Tapi segalanya tak berlangsung lama dan akhirnya ketika semua telah terselesaikan, terselesaikan pula semua konflik kecil itu. 

Semester 6 dimulai dengan tetap adanya kesibukan eksternal dan kali ini ditambah dengan adanya praktikum PLO, praktikum yang setiap minggu dengan tugas yang luar biasa banyak itu mulai perlahan menimbulkan ketegangan diantara aku dan kelompokku. Diawali dengan perbedaan cara kerja yang selalu berusaha ditolerir lambat laun menjadi perbedaan tanggungjawab dan pelepasan tanggung jawab yang sangat sangat membuat ketegangan berlanjut. Semua itu ditutup dengan Sidang Ulang yang hanya karna hal Bodoh yang sangat sangat bodoh, kesalah pahaman dan tidak adanya perhatian menjadi pemicunya. Diakhir semester ini ditutup dengan STUPA dimana disinilah kami melepas segala ketegangan, menghapus semua konflik, dan menikmati saat saat liburan. Kebersamaan ini ditutup dengan acara menginap bersama di rumah Vanessa sambil merayakan ulang taun Marina. Meski berawal dari bersakit sakit tapi ditutup dengan kebahagiaan


Disela-sela pergantian semester, aku harus menyelesaikan tugas kerja praktekku. Aku sekelompok dengan Marina dan Vanessa, kami KP di Yamaha. Pengalaman KP ini sungguh berkesan bagiku, banyak hal baru yang kupelajari tidak hanya mengenai pelajaran kuliah tapi juga pelajaran hidup. Selama KP aku menumpang di rumah Vanessa hampir satu bulan lamanya. Hutang budi yang sangat besar. Meski tidak akan bisa terbayar sepenuhnya tapi aku akan berusaha untuk membayarnya.
Ini lah semester tujuh, semester terakhirku. Dengan penuh pertimbangan dan keyakinan yang diberikan padaku aku memutuskan mengambil skripsi di semester ini bersama dengan penuhnya tugas dan praktikum. Aku memilihi skripi Algoritma dengan pembimbing Ibu Hotna dan Ibu Cynthia. Meski penuh dengan masalah – masalah yang terkadang membuatku merasa putus asa dan sedih tapi saat inilah aku menemukan teman-teman sejatiku yang sebenarnya, teman-teman yang selalu ada dan mendukungku dan mereka selalu percaya dan yakin terhadapku. Meski tidak semua itu kutemukan pada diri mereka teman baikku tapi berkat mereka lah sekarang aku belajar untuk memilih, belajar untuk berdiri sendiri, belajar untuk lepas dari ketergantungan, belajar untuk melupakan dan belajar untuk menerima. Meski mereka akhirnya pergi disaat aku benar-benar membutuhkan tempat bersandar tapi aku menemukan bahwa disemua keadaanku kutemukan keluarga dan teman yang terbaikku akan selalu ada bersamaku. Berkat merekalah aku selalu meyakinkan diriku untuk bangkit dan lepas dari air mata dan keterpurukan. Kini aku hanya menanti akhir dari penutupan semester ini dan juga akhir dari masa kuliah ku. Hingga kini belum kutentukan arah ke depan yang akan kulakukan. Semester terakhir ini bukanlah semester yang terbaik dan menyenangkan bagiku, tapi di sinilah aku dapat membuka mata dan hatiku untuk menemukan teman dalam suka dan dukaku yang sebenarnya.

Inilah akhir dari masa kuliahku di Teknik Industri Unpar
1.Papi, Koko, Tina, Floren, Vania :
Terima kasih untuk semua dukungan dan doa dan semangat. Aku bisa menyelesaikan ini karna kalian percaya padaku bahwa aku bisa melakukannya. Meski hanya menjadi pendengar dari semua keluh kesahku namun itu semua begitu berarti dan membantuku selalu untuk bangkit dalam segala kondisi. Kala aku gagal dalam kalian selalu ada untuk membantuku berdiri dan mempersiapkan mimpiku selanjutnya, kala aku meraih sesuatu tak pernah kalian luput memberikan selamat dan melemparkan senyuman dan tawa untuk semua itu. Terima kasih sekali lagi kukatakan karna begitu berarti bagiku apalagi dalam kesendirianku dan kehampaanku kalian selalu mengingatkaku bahwa aku tak pernah sendiri karna kalian akan selalu ada untukku.
2.Untuk teman dekatku di kuliah :
Terima kasih untuk semua bantuan, suka dan duka, pengalaman dan pelajaran yang telah kalian berikan. Tiga tahun bersama menjadi pengalaman yang indah. Meski perpisahan yang tak menyenangkan itu harus terjadi, namun takkan kulupa semua yang telah kalian lakukan untukku. Kuyakini dan kusadari selalu ada amarah, benci, dendam dan kesedihan yang tak pernah luput tuk kuperbuat pada kalian, berkali-kali kita mencoba memahami satu sama lain namun mungkin tiga tahun menjadi batas akhir untuk kita saling memahami sehingga pada akhirnya perpisahaan yang tak semestinya terjadi terlalu dini ini harus terjadi. Tanpa sebab dan tanpa kata itulah jalan yang memisahkan semua kebersamaan ini. Meski belum sempat ku membalas semua budi baik kalian tapi biarlah waktu yang akan membayar semua itu nantinya. 

Maaf, hanya kata itu yang dapat kuucapkan untuk semua yang telah kuperbuat, dan terima kasih untuk semua yang telah kalian perbuat untukku. Air mata, kesedihan, duka, dendam, kebencian yang tersisa kini akan terhapus sudah dan akan berlalu seiring dengan perpisahan ini. Jika semua kenangan akan ini semua hanya menimbulkan duka biarlah terhapus bersih semua kenangan itu, terima kasih atas masa-masa yang telah kalian berikan sehingga proses penghapusan itu menjadi lebih tidak menyakitkan kini. Kenangan indah itu akan tetap menjadi kenangan tertulis namun maaf tak mungkin tuk diingat dihati karna hanya kesedihan dan luka yang akan menguasainya maka biarlah terhapus semua itu dari hati. Sekali lagi kuucapkan maaf dan terima kasih. Marilah kita menata hidup kita masing-masing tanpa ada bayang masa lalu. Terima Kasih dan selamat tinggal. Maaf aku bukan teman yang baik dan yang dapat mengerti kalian satu persatu. Untuk kamu, entah apa salah yang tlah kuperbuat sehingga harus berbuat seperti itu, anggaplah diamku ini sebagai pembayaran hutan budi dan kini semua cukup 3 bulan sudah cukup waktu yang kurelakan, sekarang saatnya menghapus masing masing diri dari kehidupan yang lain,selamat tinggal anggaplah semua tak pernah terjadi begitu pula dengan perjumpaan dan pertemanan atau apapun yang pernah terjadi, tak perlu lagi saling mengingat atau mengenal. Meski begitu aku bukanlah pecundang yang akan pergi tanpa maaf dan terima kasih maka dari itu melalui ini kuucapkan maaf dan terima kasih untukmu. Dan untuk yang lain dan yang telah menjadi 'perantara', jalanilah apa yang telah dipilih dan diyakini semoga itu yang terbaik untuk masing-masing kita, mungkin ini akhir dari jodoh perjumpaan kita.Meski terkadang sulit menentukan langkah tapi jangan biarkan kita selalu ada di persimpangan pilihlah satu pilihanmu dan jangan menjadi pribadi yang tak mampu memilih.Maaf untuk semua kerepotan atau masalah yang telah kutimbulkan, meski aku tidak mengerti apa yang sebenarnya kalian rasakan tapi dengan penuh keikhlasan kusampaikan maaf dan terima kasihku. 

Semoga kita semua beruntung dan berhasil dalam kehidupan ini.
3.Untuk teman-teman TI ku:
Terima kasih karna kalian telah mengisi hari-hariku selama di TI ini. Meski tidak semuanya kukenal dengan sepenuhnya tapi mengenal kalian akan memberi kenangan dalam hidupku. Mellisa, sebagai orang pertama yang kukenal (hahahahha) terima kasih atas semua canda tawa, pelajaran dan bantuan bimbingan belajar yang telah diberikan. Intan, Gita, Nadya, Cita, Kat, Tasya,Adis dan semua yang lain yang telah mengisi hari-hari menganggurku dengan cerita, gosip, acara bersama, dan belajar bersama selama ini, semangatlah kawan dalam setiap langkahmu. Untuk teman-teman seperjuangan skripsi bersamaku (Mellisa, Adis, Widi, Mike, Marina, Risa, Liza, Tiya, Felicia, Anthony, Surya, Tony, Tania, dkk) terima kasih atas motivasi dan semangat yang selalu kalian ingatkan padaku. Teman teman rekan praktikumku terima kasih atas bantuan kalian sehingga aku bisa melewati tahap demi tahap kuliahku.

A Friend...*
by: Author Unknown, Source Unknown
(A)ccepts you as you are
(B)elieves in "you"
(C)alls you just to say "HI"
(D)oesn't give up on you
(E)nvisions the whole of you (even the unfinished parts)
(F)orgives your mistakes
(G)ives unconditionally
(H)elps you
(I)nvites you over
(J)ust "be" with you
(K)eeps you close at heart
(L)oves you for who you are
(M)akes a difference in your life
(N)ever Judges
(O)ffer support
(P)icks you up
(Q)uiets your fears
(R)aises your spirits
(S)ays nice things about you
(T)ells you the truth when you need to hear it
(U)nderstands you
(V)alues you
(W)alks beside you
(X)-plains thing you don't understand
(Y)ells when you won't listen and
(Z)aps you back to reality

4.Teman-teman kos C92
Arlina, Melli, Dian, Evi, Aline, Karlina, Mariska, Ratna, Anita, Ceih, Lenny, Julia, Vera dan Wiwin terima kasih atas semua kekeluargaan yang kalian berikan selama kita tinggal bersama di kos ini.
5.Bu Hotna dan Bu Cynthia
Terima kasih atas semua bimbingan dan bantuan selama menyelesaikan skripsi sehingga aku bisa memenuhi syarat untuk meninggalkan bangku kuliah S1 ini.
6.Dosen dan Pekarya TI
Terima kasih untuk semua bantuan dan bimbingannya selama aku menuntut ilmu disini.
7.Teman-teman Asisten Prokom
Naftali, Adis, Fenny, Petrus, Ricky, Ko Gunawan, Ko Oke, Pak Anggolo, Pak Sandy, Mike, Mellisa, Regan, Tiji, Alfrans, Frans yang telah membantu ku dan memberi kesemapatan padaku untuk menjadi seorang asisten dan memberi pengalaman bekerja padaku memberikan dan mengajarkan tanggung jawab dalam bekerja.
8.Semua yang telah mendukung dan membantuku selama masa study ku di TI ini. Meski aku tidak dapat menyebutkannya tapi kuucapkan terima kasih atas bantuan dan dukungan kalian.

Saturday, November 7, 2009

Kaca, Teman dan Akhir

Layaknya kaca,
Akan lebih baik jika membiarkan ia pecah ketika memang sudah retak
Daripada nantinya ia akan menyakiti diri sendiri
Begitu pula dengan berteman, bersahabat
Sekuat dan sesabar apapun segalanya ada batasannya
Ketika batasan itu telah terlampaui akan lebih baik membiarkannya berlalu
Daripada memaksakan dan bertahan namun hanya luka yang akan ditorehkannya


Sebuah analogi yang seringkali benar menganalogikan persahabatan dengan kaca. Keduanya dapat menjadi abadi namun dapat juga menjadi rapuh. Ketika kaca itu pecah pecahannya akan memberikan luka dan kesedihan pada si empunya. Jika masih dapat disatukan akan disatukan namun ketika retak dan pecahannya terlalu dalam akan lebih baik menyapu pecahan itu sebelum akan menyakiti si empunya dan orang lain. Agar kaca ini tak pecah haruslah kita menjaganya, membersihkannya dengan kelembutan dan terkadang memberikan tempaan yang cukup keras sesuai dengan batasannya sehingga kaca ini dapat tetap bersih dan kokoh.

Sama halnya dengan bersahabat ataupun membina hubungan dengan orang lain. Hubungan tersebut dapat menjadi selamanya namun dapat juga rapuh dan berakhir. Ketika hubungan ini telah terlampau banyak di penuhi pertengkaran, kesalahpahaman, perbedaan yang tak dapat disatukan maka akan lebih baik jika merelakan hubungan itu berakhir, memaksakan mempertahankan hubungan yang memang tak dapat disatukan lagi hanya memberikan beban dan luka yang semakin dalam terlebih bagi yang telah lama berjuang mempertahankan sehingga akan lebih bijaksana jika hubungan tersebut diakhiri.

Mencoba menjaga suatu hubungan atau persahabatan tidaklah mudah, terlalu banyak keegoisan dan perbedaan yang harus saling ditoleransi, pengertian dan perhatian menjadi suatu tuntutan bagi kedua belah pihak, jika satu saja tak dapat dilakukan maka hubungan tersebut hanya akan menjadi mimpi buruk yang dapat mengacaukan semua ketenangan hidup.

Aku belajar untuk menerima semua analogi itu dan akhirnya :

T'lah kucoba tuk mengertimu
Namun tak sekalipun kau mau mengertiku
Kau marah
Kau mengacuhkanku
Bahkan hingga kau menganggapku tidak ada
Kucoba 'tuk bersabar dan mengertimu
Namun goresan luka itu kini semakin dalam
Dan tak ada lagi sabar dan pengertianku untukmu
Sabar ini telah menemui batasnya
Semua amarah dan sedihku tlah habis untukmu
Kau acuhkanku
Maka akupun akan mengacuhkanmu
Kau menjauh
Maka akupun akan semakin menjauhimu
Tak ada lagi yang dapat menyatukan ini semua
Kurasa inilah saatnya kita memilih jalan terbaik
Hiduplah dengan caramu dan aku akan menjalani hidupku sendiri
Semua yang lalu biarlah berlalu
Ini saatnya mengakhiri semua persahabatan yang pernah terjalin
Kau memaksaku memilih jalan ini
Maka akan kupilih jalan ini
Mengakhiri ini akan lebih baik
Daripada memaksakan tuk mempertahankan semuanya
Namun semua hari-hari ku menjadi buruk karna semua amarah dan sedih yang kupendam karnamu
Dan akhirnya aku akan kehilangan lebih banyak lagi
Terimakasih untuk semua kebaikanmu yang tlah banyak membantuku
Terimakasih untuk semua 'perhatianmu' karna itulah aku banyak belajar dan dapat mengakhiri semua ini
Terimakasih untuk semua pengalaman dan kenangan baik ataupun buruk selama bersamamu
Semua sedih yang kauberikan padaku telah membuatku mengerti akan pilihan hidupku
Kini selamat tinggal
Aku bukalah siapa untukmu
dan Kaupun bukanlah siapa untukku
Selamat Tinggal Teman.

Wednesday, September 9, 2009

21st Birthday

21 tahun yang lalu
Kau pertaruhkan nyawamu untukku
Memberiku sebuah kesempatan tuk melihat dunia
Meski hanya 10 tahun waktu yang diberikan-Nya untuk kita bersama
Namun kuberjanji 'kan membuat bangga terhadapku
Agar kau dapat selalu tersenyum melihatku di sana
Terima kasih Mama untuk sebuah kesempatan indah ini
Tuhan kau telah memberiku sebuah kehidupan terima kasih Tuhan

Hari ini, menjadi hari yang berarti untukku. Hari ini genap aku berusia 21 tahun. Saatnya kutinggalkan semua sifat burukku dan saatnya ku mulai segalanya dengan hidup yang baru dan dengan sifat yang lebih baik.

Dimulai dari pukul 00.00 aku merasakan ternyata hingga kini mereka semua masih memperhatikanku dan menyayangiku. Bahagianya hati ini meski sebuah impian dan harapan tak dapat kuraih di hari yang spesial ini, tapi kuhapuskan itu semua dengan banyaknya perhatian dari keluarga dan teman-temanku untukku.

Indahnya hari ini. Meski terkadang segalanya tak seindah yang dibayangkan namun ini adalah kenyataan yang harus kuterima dan akan kunikmati dan aku akan berusaha menjadikan ini lebih bermakna dan lebih indah.

Happy Birthday Ade
Wish you all the best
Thank you my brother, Flo, Livia, Ine, Tina, Vannyot, Jacinda, Iren, Marina, Mawar, Vanessa, and all of my friends. Thank you for your wishes and thank you for everything. Your are everything for me. Thank you my lovely friends

The time has come,
It's your time to be a better person
Start your new day with your new life

Aku harus berubah, harus menjadi lebih baik, membuang semua ego, keangkuhan dan semua sifat kekanak-kanakanku, inilah saatnya menjadi dewasa.
Tuhan bimbing dan bantulah aku tuk menjadi orang yang lebih baik.

Tuesday, August 4, 2009

Kata Mereka

Beberapa waktu lalu, aku mencoba bertanya pada seorang kawan yang memiliki talenta lebih tu melihat karakter dalam diri orang lain. Apa yang dia lihat dalam diriku? 

Dia bilang aku bukanlah orang yang pandai bersosialisasi dengan orang lain. Ia mengatakan aku tak pandai tuk mengungkapkan keinginanku, sulit bagiku tuk membuka sesuatu yang baru dan aku terlalu tertutup pada perasaanku sendiri. Tak kupungkiri semua itu benar adanya. Sulit buatku tuk mengungapkan rasa yang ada di hati, memulai sesuatu menjadi batu penghalang besar dalam semua hubungan sosialisasiku.Hingga kini masih tak kutemukan jawaban atas ini.

Masalah lain dia mengatakan pada ku bahwa aku tak terlalu memikirkan opini orang lain. Dan sekali lagi dia tepat sekali dengan hal itu. Sungguh suatu hal yang mengagetkan bagiku tapi cukup menyenangkan karena dengan ini semua aku tau kekurangan dalam diriku. Ternyata begitu banyak masalah dalam diriku dalam bersosialisasi. Inikah yang membuatku begitu tertutup dan tak mampu bicara?

Saturday, July 18, 2009

1 Bulan Penuh Arti

Gak pernah aku bayangin sebelumnya kalo Tuhan akan memberiku suatu pengalaman yang bisa membuka mata, hati dan pikiranku. Walau hanya satu bulan tapi semua itu telah berhasil mengubah semua pikiran dan mengingatkanku akan sesuatu yang dulu slalu kulupakan.Dengan ini semua aku berharap aku dapat mengubah jalanku agar aku bisa menjadi lebih dewasa dan sabar dalam menghadapi semua rintangan di jalan hidupku, juga untuk selalu bersyukur dalam tiap langkahku.

Pelajaran berharga yang kupelajari selama satu bulan ini salah satunya adalah betapa melelahkannya dunia kerja, dari pagi hari hingga sore hari namun keadaan tak memungkinkan untuk kembali ke rumah sore hari tapi malam hari barulah bisa dengan santai beristirahat. Ternyata melelahkan hidup di kota besar di ibukota pula. Sekarang barulah aku menyadari, aku harus bersyukur karena dengan kesibukan orang tuaku bekerja mereka masih tetap ada waktu lebih banyak untuk keluarga. Akankah aku siap menghadapi dunia kerja itu? Itulah yang kini menjadi pemikiranku. Pada awalnya aku begitu menginginkan memasuki dunia itu namun ketika waktunya semakin dekat, aku mulai merasa was-was. Namun ketika ku temui mereka yang tengah melakoni dunia itu mereka membuka pikiran dan kembali memompa semangatku ‘tuk segera menjajaki dunia itu. Aku harus kuat dalam menempuh semuanya agar kudapat bertahan dalam dunia yang belum pernah kujajaki sebelumnya dan kutahu tak mudah ‘tuk berada di sana.


Dan pelajaran lain yang sangat membekas di hatiku dan sedikit memberikan ‘tamparan’ pada setiap tingkah lakuku selama ini adalah sulit dan beratnya menjadi seorang kakak, meski kuyakini tidak semua kakak akan mengalami hal-hal yang sulit dan berat. Aku perlahan menyadari ketika menjadi seorang kakak, mereka akan memikul suatu tanggung jawab baru, meski bukan tanggung jawab yang eksplisit namun ini seolah-olah menjadi salah satu kewajiban mereka untuk bertanggung jawab akan adik-adiknya. Ketika keberadaanku belum ada merekalah yang menjadi satu-satunya tempat mencurahkan kasih sayang dari semua keluarga namun ketika hadir sosok baru maka mereka harus ikhlas membagi kasih sayang yang diberikan padanya ke sosok baru itu. Harus banyak mengalah menjadi suatu hal yang selalu dituntut dari seorang sulung, hanya mereka yang memiliki kesabaran dan kedewasaan yang dapat melakukannya dengan baik. Tak pernah kubayangkan semua itu harus dialami oleh mereka. Meski ini hanyalah hal-hal kecil namun sekarang kumelihat dan kusadari bahwa semua itu tak semudah yang dibayangkan untuk dilakukan, akan ada pedih dan kesal di hati tiap kali semua itu dilakukan.

Dengan melihat ini semua aku kembali melihat pada diriku sendiri, semua kasih sayang lebih yang diberikan padaku ternyata sedikit banyak telah melukai saudaraku sendiri, aku terlalu sering diistimewakan, semua membuatku menjadi anak yang cukup manja dan egois. Hidup jauh dari rumah perlahan menghilangkan rasa manja ku sendiri. Meski sering kali sikap kekanak-kanakan dan egoisku menyulitkan dan melukai saudaraku namun ia tak pernah mengeluhkan itu padaku. Sungguh suatu kesabaran besar yang tak pernah kumiliki. Berkat hal-hal inilah aku sekarang belajar menerima sikap dan sifat-sifat teman-temanku yang dulu selalu membuatku marah. Semua ini telah berhasil mengubah pemikiranku dan membimbingku untuk belajar bersabar, belajar menjadi dewasa, belajar untuk menjadi lebih kuat dalam menghadapi segala sesuatu dan bersyukur untuk semua yang ada dalam hidupku.

Thursday, March 5, 2009

Hari-Hari yang Melelahkan

Beberapa minggu ini menjadi hari-hari yang paling melelahkan. Rasanya kejadian yang sama di semester yang lalu kini terulang lagi. Tugas menumpuk dan terasa tiada pernah berakhir.

Tugas yang selalu menghantui adalah PLO, aaaa rasanya mau gila, tiap minggu terus menerus ada aja praktikumnya. Belum untuk modul yang ini ya Tuhan capenya setengah mati. Mata ini seperti gak ada istirahatnya. Belum lagi REVISI pula. kunci jawaban masih salah malah ditiru, aaaaaaa. cape deh.

Belajar jg belum, persiapan UTS jg belum masih harus direbetin ama yang namanya tugas tugas dan tugas. Rasanya 24 jam sehari masih kurang aja. Satu persatu sakit di badan mulai meghantui. Dimulai dari leher, punggung, sampe kaki juga rasanya udah cape. Wew kapan ini berakhir ya???

Ada lagi satu, rasanya pegen banget memperjuangkan mimpi itu, tapi setelah melihat persiapan dan kenyataan yang ada rasanya mimpi ini hanya akan menjadi mimpi belaka. Hanya keajaiban dan restu dari Tuhan yang akan menentukan segalanya, besok adalah terakhir aku menikmati mimpi ini. Meski hanya sesaat namun itu cukup berarti bagiku. Terima Kasih Tuhan...

Wednesday, February 11, 2009

Apalah Arti Persahabatan?

Perlahan ku coba 'tuk berubah, ku coba tuk berubah menjadi tak lagi sensitif seperti yang dulu, kucoba tuk selalu berpikir positif. Namun apa yang kuterima.. 

Sakit, perih rasanya tak dianggap. Aku di samping nya tapi pernahkah dia menganggapku? Jika bukan karena ada hal yang perlu dan mereka sudah tak tau jawabnya barulah mereka bertanya padaku. Pedih rasanya hati ini ketika semua itu terjadi.

Entah mengapa, aku telah mencoba 'tuk mengintrospeksi diri dan merubah sikapku. Tapi semuanya malah menjadi buruk . Mereka tidak pernah menerima dan menganggapku ada. Inikah yang selalu dibangga-banggakan sebagai persahabatan?? Semakin lama kurasakan ternyata semua itu hanya "persahabatan" yang hanya muncul ketika mereka memerlukanku. Semua Bohong. Aku tak pernah ada dan tidak akan pernah menjadi bagian dari mereka.

Tuhan hanya satu tahun lagi saja kumohon kuatkanlah hatiku ini. Tuhan bantulah aku tuk tak lagi dan tak pernah lagi terluka oleh perbuatan mereka.

Suatu hari ku yakin nanti akan ada balasnya.

Tuesday, November 25, 2008

SemNas TI 2008

Image Hosted by ImageShack.us
Akhirnya semua yang udah begitu lama dipersiapkan buat Seminar Nasional TI UNPAR 2008 mencapai puncaknya di hari Jumat 21 November 2008. Sungguh suatu moment yang luar biasa, rasanya semua kerja keras, pengorbanan, kemarahan, kesedihan, jengkel semua rasa yang pernah terjadi selama persiapan 3 bulan terganti dengan bangga dan senang yang luar biasa.

Semua persiapan diawali dari bulan Juni (meski bukanlah persiapan yang sesungguhnya tapi saat itu hanyalah pembuatan konsep), masih terukir dengan jelas di ingatanku, saat aku sedang mempersiapkan diri untuk hal besarku yang lain, aku menerima kabar yang sebenarnya cukup menyedihkan karena tak sesuai dengan keinginanku, aku menjadi wakil ketua SemNas 2008. Meski sebenarnya sedih dan kecewa tapi aku tetap berusaha untuk membangkitkan semangatku sendiri, terlebih berkat bantuan dari my bestfriend, Floren, yang sudah membesarkan hatiku dan meyakinkan aku bahwa inilah saatnya aku menunjukan bahwa aku mempunyai kapabilitas yang lebih dari yang mereka bayangkan. Thank You Flo!!!

Selang waktu berganti, tema yang awalnya dikabarkan ke aku yaitu Global Warming-pun berubah menjadi Manufaktur dan Manajemen. Ketika akhirnya aku pulang ke Semarang, aku mendapat kabar sekaligus menjadi tugas pertamaku di kepanitian itu, aku diminta membuat Latar belakang acara. Ketika aku membuat latar belakang acara itu, tanpa sengaja kutuliskan judul “Menjadi Profesional di Bidang Manufaktur dan Manajemen dalam Tantangan Globalisasi dan Krisis di Dunia” yang ternyata pada akhirnya menjadi Judul dari Seminar itu sendiri. Awalnya semua itu hanya untuk sementara karena belum dirundingkan dengan panitia yang lain, yang kutau aku harus membuat itu untuk diserahkan ke LKM sebagai rincian program-program yang akan diselenggarakan himpunan.

Ketika akhirnya, diajukan proposal acara tersebut ternyata judul itu haruslah diubah karena kurang mencerminkan teknik industri. Akhrinya perubahan didapatkan yaitu “Menjadi Profesional di Bidang Manufaktur dan Manajemen Industri dalam Tantangan Globalisasi dan Krisis di Dunia”. Dari lubuk hatiku, sungguh aku merasa bangga bahwa itu adalah hasil pemikiranku, meski aku tau tidak ada yang tau bahwa itu hasil pemikiran dan karangan ku. Semua persiapan dimulai, dari mencari pembicara hingga pendanaan menjadi suatu permasalahan inti dari persiapan jangka panjang ini.

Pendanaan menjadi masalah utama karena menurut rencana dana yang dibutuhkan terlalu besar,namun hingga 2 minggu terakhir jumlah yang diterima masih jauh dari perkiraan. Hingga akhirnya titik cerah didapatkan setelah ada masukan dari tim dosen TI UNPAR, sehingga dana menjadi tercukupi. Masalah dana berakhir digantikan dengan masalah yang dihadapi Acara. Belum berakhir masalah acara muncul permasalahan dari bagian Publikasi dan Dokumentasi juga dari Sekretariat. Wow!!! Sungguh minggu minggu yang berat bagiku. Tekanan terus silih berganti.

Yang awalnya aku malas menerima jabatan itu karena menurutku apalah gunaku, dari dulu hingga saat itu yang kutau wakil tidak ada gunanya. Namun aku beruntung, ketua panitia ku ternyata masih mau melibatkanku, bahkan hingga ke semua detail aku tau (maaf-maaf tapi aku tau lebih dari yang dia tau, aku tau ini terlalu lancang, tapi sungguh aku tidak bermaksud mengambil kedudukannya). Untuk mempersiapkan acara ini, dimulai dari membolos kuliah hingga harus pergi hujan-hujanan dengan motor pun terpaksa kujalani. Sungguh suatu pengalaman yang luar biasa.

Pada hari-H nya rasa bangga terbesit dalam hatiku, terlebih ketika banyak orang yang mengatakan Selamat ya acaramu sukses. Sungguh kebanggaan yang luar biasa, ditambah dengan bonus bisa bersalaman dan bertatap muka langsung dengan orang –orang hebat seperti Staff ahli kementrian Bapak Wahid, Pak Siswanto Prawiroatmodjo Executive Vice President Director PT AHM dan Pak Yos Adiguna Ginting yang merupaka Director Coorporate Affairs PT HM Sampoerna Tbk. Sungguh pengalaman tak terlupakan.

Ketika acara itu berakhir rasanya semua pengorbanan itu tak pernah sia-sia.

Terima kasih Tuhan kau memberiku kesempatan yang begitu berharga ini. Untuk semua yang telah membantu dan memberiku semangat terlebih ketika aku sedang dalam kondisi yang buruk, Thank you banget...

Maaf juga untuk semua yang pernah menjadi “sasaran” atau “korban” dari buruknya mood ku.

Dalam sebuah acara ini banyak yang kudapatkan dan pernah terjadi, dimulai dengan marah-marah hingga akhirnya bersitegang dengan sahabat sendiri juga pernah terjadi. Namun pengalaman indah juga tak luput terjadi, munculnya persahabatan dan kedekatan yang baru juga terjadi berkat acara ini. Aku menjadi lebih mengenal mereka-mereka yang sebelumnya tidak kukenal sama sekali, bahkan kini menjadi cukup dekat.
Banyak pelajaran berharga yang kudapat berkat acara ini thq semua.....

Kesuksesan suatu acara bukan hanya karena 1 atau 2 orang melainkan berkat kerja sama kita bersama!

Saturday, November 15, 2008

Habis Sudah Kesabaranku

Tuhan,
Masih kurangkah kesabaranku ini
Semua tekanan dan masalah yang terus menghantuiku
Semua masih harus ditambah
Aku harus menghadapi orang yang benar-benar membuatku marah

Awalnya teman
Namun makin lama, kesabaran ini mencapai titik batasnya juga
Semua orang memuja dia sebagai “pahlawan” atas tindakannya saat itu
Baik hati, rela berkorban dan lain lain
Tapi yang nampak saat ini adalah
Mulut besarnya, kesombongannya, gayanya yang lebih tepat dikatakan BELAGU
Saat ini habis sudah kesabaranku ‘tuk mentolerir semua perilakunya itu
Apakah aku salah???
Semua teman “baikku” memberikan sikap yang menetang
Karena bagi mereka dia adalah “pahlawan” itu

Tuhan,
Kumohon tolonglah aku menghadapi semua ini
Bantulah aku di 1,5 tahun terakhirku ini
Setidaknya dalam 1,5 tahun ini aku membutuhkan teman “baikku” itu
Tak mungkin aku berada dalam pertentangan dengan mereka
Tuhan limpahkanlah kesabaran untukku
Terlalu banyak masalah dan tekanan yang pasti akan terus membayangi langkahku
Kumohon bantu aku melewati ini semua

Tak juga kupungkiri
Hidup bersama orang lain pasti tidaklah mudah
Banyak sisi yang harus saling dilengkapi dan diperbaiki
Tapi sungguh inilah klimaks dari semua kejengkelan yang selalu kupendam
Kuharapkan waktu kan cepat berlalu

Monday, October 20, 2008

My 20th Birthday

Mungkin ini semua sudah sangat terlambat, udah 1 bulan lewat, tapi berhubung aku juga belum cerita, sekarang saat nya aku bisa cerita. Di hari ulang tahunku tepat, tidak ada suatu yang istimewa. Yang paling menyenangkan adalah ketika teman-temanku ternyata tidak pernah melupakan hari ulang tahunku, meski hanya melalui SMS namun itu semua sudah sangat berarti buatku. Yang terindah adalah ketika teman-temanku sekolah dulu masih mengingat ulang taunku. Meski kami terpisah jarak yang cukup jauh namun persahabatan ternyata takkan pernah terpisahkan oleh jarak dan waktu.

Perhatian mereka untukku adalah suatu kado teristimewa dalam hidupku, 

Doa-doa tulus dari mereka akan menjadi pengiring langkahku menapaki jalan kedewasaan,

Harapan-harapan akan perubahan dalam diriku akan selalu menjadi pendorong dan pembimbingku ke dalam perubahan yang lebih baik

Beberapa saat setelah hari ulang tahunku lebih tepatnya sekitar 2 minggu, saat diadakan acara pembubaran panitia OSPEK, suatu kejutan tak terduga (sama sekali ngga nyangka yang ini) diberikan oleh teman-teman kuliahku.

Ceritanya, hari itu saat pembubaran, kakak salah satu temanku,Iren, mengalami kecelakaan sehingga temanku ini tidak dapat ikut dalam acara pembubaran, namun dengan sedikit memaksa meski sudah dilarang oleh teman-teman panitia yang lain, ia tetap bersikeras datang untuk mengantar temanku yang lain lagi,Vanessa. Dengan mata masih sembab dan beberapa kali menangis, ia datang sebentar di acara pembubaran itu. Saat akan pulang, dia bersama seorang temanku yang katanya akan menemaninya,Mawar namanya, tiba-tiba Mawar menelpon Marina atau Vanessa entah karena aku tidak tau pastinya, saat itu aku sedang bermain-main dengan Crussader yang lain, dan mengabarkan bahwa Iren menangis di dalam mobil. Akhirnya kita bertiga keluar dari tempat makan itu, dan saat akan menghampiri mobil Iren, anehnya koq kita tidak masuk ke dalam mobil tapi malah ke belakang mobil. Ternyata oh ternyata di belakang sana mereka telah menyiapkan kue ulang taun beserta lilinnya. Meski kue itu tidak “eksklusif” untukku tapi ketulusan mereka untuk menyiapkannya adalah suatu yang luar biasa. Kue itu tidak “eksklusif” untukku karena tepat di hari itu ada panitia lain yang juga berulang taun, jadi... (tau kan...). By the way... Thank you My friends.

Image Hosted by ImageShack.us
Vanessa, Mawar, Ade, Marina, Iren
Lama waktu berselang, kemarin atau sebenarnya subuh hari ini, 19 Oktober 2008, sekitar pkl 1.30, kado ulang taunku diberikan oleh mereka teman-temanku. Seperti biasa selalu ada skenario dibalik semua ini.

Kali ini skenario, dimulai dari acara nginep bareng di kos Vanessa, awalnya alasannya mau blajar Sisprod ama maen bareng karena udah lama gak sempet maen bareng. Tapi sampe sana lebih nampak kaya “pindah” tidur doank. Jam 12 malam kita mulai tidur, cuma sebelum tidur semua orang pada meributkan “Gantt Chart”, tapi karena aku dapat kasur di atas, malas turun aku, jadi Cuma aku yang tidak ikut-ikutan meributkan “Gantt Chart” itu. Sekitar jam 1.30 an, tiba Vanessa yang sedari tadi sepertinya belum tidur, menyalakan video dengan iringan musik yang sangat keras, dan secara bersamaan hp ku berbunyi. Karena suara-suara itulah aku terbangun, saat kulihat ternyata di video itu terdapat rangkaian foto-foto kami dan beberapa kata-kata, yang ternyata video inilah yang tadi diributkan sebagai "Gantt Chart". Yang lebih “menakjubkan” lagi semua orang-orang yang tadinya sudah tertidur tiba-tiba menghilang dari kamar tersebut, dan aku terkunci di dalam kamar itu. Selang beberapa waktu, mereka semua masuk membawakan kado untukku. Keributan ini membuat salah seorang penghuni kost terbangun dan menegur kami. Setelah itu, seperti biasa acara buka kado. Mereka menghadiahiku sweater, polo shirt, dan sandal Billabong, yang secara overall kado ini didominasi warna kuning. Dan tetap seperti biasa ritual kado, yaitu editan foto lengkap dengan piguranya.

pht641spz7.jpg
My Birthday Presents
Mungkin hadiah ini tampak sederhana namun dibalik hadiah ini, terdapat “pengorbanan” dan ketulusan yang tak ternilai harganya bagiku. Di sela-sela kesibukan teman-temanku di TI, mereka tetap menyempatkan diri untuk memberiku kado ulang taun, terlebih lagi di saat UTS ini. Menurut perkiraanku kado ini dibeli pada saat, selesai membuat tugas P2P di hari sebelum ujian Prokom dan Estetika (bener gak????).

Selain itu aku ingin meminta maaf pada teman-temanku ini, karena pada saat mereka memberika “kejutan kecil” tersebut ekspresiku saat menerimanya terkesan “standard” dan tidak sesuai harapan mereka. Maafkan aku, karena sikapku yang terlalu “dingin” dan keras ini membuat ucapan terima kasihku tak seperti yang seharusnya. Namun dengan sangat tulus kuucapkan TERIMA KASIH yang sebesar-besarnya pada kalian semua. Aku bukanlah orang yang mudah menunjukan ekspresi dalam diri, namun sungguh dari lubuk hati terdalam kuucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. 

Hidup tanpa sebuah pertemanan hanya akan memberikan kehidupan yang hampa

Bersama mereka kudapatkan pengalaman hidup yang lebih banyak dan lebih berarti

Kesulitan dan masalah yang timbul akan selalu membantu untuk menjadikanku lebih bijaksana dan lebih baik lagi

Terima kasih teman, atas semua yang telah kalian lakukan dan berikan padaku

Bukan bentuk atau materi yang utama, ketulusan dan pengorbanan kalian adalah yang teristimewa

Wednesday, October 15, 2008

Sesal yang Terlambat

Awalnya ku ingin menyelesaikan ini semua dengan cepat
Namun tak pernah kubayangkan semangatku itu memudar
Hingga berubah menjadi semangat menuju kehancuranku sendiri

Dengan penuh kebanggaan yang "bodoh" betapa bangganya aku
Ketika mengatakan pada orang lain menunjukkan "kenakalan" itu
Kini ketika saatnya tiba
'Tuk membuktikan semua itu
Kusesali semua "kebodohan dan kenakalan" ku sendiri

Tapi apalah arti semua sesal itu
Waktu tak dapat lagi kuputar balik
Aku mengecewakan diriku dan orang-orang yang begitu berharap padaku

Betapa malu hati ini melihat semua "kebahagiaan" yang sebenarnya akan menghancurkannku
Ingin ku tutup mata ini
Namun itu tak mungkin segalanya akan menunjukan hasilnya meski kucegah sekuat tenagaku
Berkali-kali air mata ini ingin mengalir keluar namun selalu kutahan
Meski aku menangis, mungkinkah semuanya berubah?

Mengapa penyesalan selalu datang terlambat?

Saturday, July 5, 2008

Apakah ini awal yang buruk???

Aku mencoba membuka lembaran yang baru
Menjaga sinar bintangku tetap bersamaku
Menerangi setiap langkahku
Namun kini awan gelap perlahan mulai menutup sinarku
Apakah ini awal yang buruk?

Ku coba tuk memberikan yang terbaik
Untuk meraih satu cita kita bersama
Tapi yang kuterima adalah...
Suatu pengosongan diri yang
Mungkin saat ini dapat kuterima
Namun mungkin juga akan menjadi api dalam sekam hatiku

Ketika kau mengambil bulan dariku
Aku telah dapat merelakannya
Namun kini kau tetap berusaha 'tuk menutup bintangku
Menjadikannya tiada pernah bersinar kembali
Apa salahku?

Di semua kepergianku..
Selalu kuberikan alasan yang sesungguhnya
Apakah itu yang menjadi salahku?
Tak satupun rasa yakin dan percaya
Kau sisihkan untukku

Dinginnya malam masi dapat kutahan
Karena dinginnya malam adalah teman dariku
Namun ketika hujan datang
Semuanya menjadi kelam
Awan gelap kan menutupku
Aku mencoba menutup semua buku itu
Dan membuka buku dan lembar yang baru
Namun haruskah goresan kehancuran menjadi pembuka
Sanggupkah kupertahankan semua ini?
Saat tak ada lagi keyakinan untukku

Hanya satu inginku
Berilah kepercayaan dan sisihkan keyakinanmu padaku
Biarkan aku tetap menjaga sinar itu
Berilah aku satu kesempatan tuk membuktikan ini semua
Kumohon biarkan bintang ini dapat mennghapus remuk redamnya hatiku
Ketika kurelakan kepergian bulanku pada yang lain

Tuesday, June 24, 2008

My Great Experience

Pengalaman besar yang terjadi sama aku adalah Lasik mataku yang kemaren.. Tanggal 20 Juni 2008 kemaren jadi hari yang cukup bersejarah buatku, karena selain merupakan pengalaman pertama juga sebagai pengalaman yang akan banyak memberi perubahan besar buatku. Akhirnya setelah 10 tahun lebih aku pake kacamata sekarang aku kembali mendapatkan mataku yang dulu, aku bisa ngeliat dengan jelas tanpa kacamata.

Bisa ngeliat dengan jelas lagi tanpa kacamata udah lama jadi mimpiku, awalnya cara ngga pake kacamata yang aku tau cuma pake softlens cuma aku takut buat pake softlens. Aku paling takut kalo ada benda apa aja deket ama mata jadi repot deh kalo pake softlens hhahahaahahha, netes obat mata aja takut, apalagi kalo pas pake eye liner juga lebih takut lagi wkkkk.

Sampe akhirnya ada yang ngasi tau ada oprasi Lasik, lama banget hampir 2 taun aku berangan-angan mau Lasik. Sampe waktu papi ke Jakarta mau operasi katarak baru aku dikasi tau sama dokter kalo tenang aja lasik gak sakit koq, 30 menit udah langsung terang lagi semua hahahahha cuma aku nya aja yang masi ragu-ragu takut. Papi beres katarak, aku dikasi tau katanya kalo mau Lasik taun depan, papiku udah ok tu.. gantian akunya sekarang yang nge"per" jadi takut hahahhahahhaha

Terakhir dikasi tau lagi ada cara baru pake iLasik wa jadi penasaran trus cari info lagi deh soal itu, lanjut minta ke papi yang iLasik ja ya daripada yang Lasik hahahahaha, tetep bokap tetep acc. Rencana awal bulan Mei beres ujian langsung persiapan lasik, makin deket tanggalnya makin hampir gila takut , takut kalo ntar hasil pemeriksaan awal gak memenuhi persyaratan buat Lasik, kan mimpiku terkubur jauh lagi... T_T

Mau lasik aja halangannya banyak. Halangan pertama yang udah bisa dilewati takut dari aku sendiri, nah yang hampir bikin masalah adalah tanggal pemeriksaan n oprasi. Kemaren ikutan panitia ospek siapa sangka tiap hari Minggu harus kumpul di kampus, belum acara Himpunan banyak banget rapat-rapat jadi panik bingung soalnya ada ancaman kalo bolos di"pecat" dari panitia pusing deh aku. Udah mau balik ke Semarang eeee.... ternyata baca-baca kalo mau oprasi tu harus inilah itulah akhirnya diputusin kalo balik aja lagi ke Jakarta langsung pemeriksaan awal Lasik jadi kalo boleh lasik ya lasik kalo gak langsung balik Semarang.

Hari itu dateng juga, brangkat dari Bandung langsung ke KMN, mulai deh tu pemeriksaan awal gila lumayan juga lamanya dari jam 2 ampe jam 8 an antrinya yang lama hahahahaha. Awalnya pas pemeriksaan dasar udah ok tu udah boleh tinggal priksa darah ama foto saraf. Lolos juga dari tu pemeriksaan trus diperiksa lagi ama dokter ternyata mata kiri bermasalah ada retina yang terlalu tipis, hampir deh pupus rencana Lasik minggu itu. Rencana mau lasik di minggu itu aja sekalian biar gak bolos rapat kebanyakan. Akhirnya disuru ke dokter Ari, dari dokter disuru laser dulu buat memperkuat retina istilah kasarnya retina di"patri" hahahahha. Malem itu juga dilaser. Mau laser ini aja takut juga serem denger kata laser. Karena laser retina maka harus nunggu 1 minggu dulu buat bisa dipastiin tanggal Lasik.

Habis seminggu akhirnya diputusin tanggal 20 jam 8.30 lasik. Akhirnya mimpi bentar lagi jadi kenyataan. Hari kamis malem gila mau tidur aja susah nian ampe jam 2 baru bisa tidur, bentar doank lagi jam setengah 6 udah bangun mandi, cuci rambut dulu. Jam 8 nyampe di lantai 8 KMN nunggu oprasi. Lama nunggu ternyata disuru turun dulu ke lantai 6 disuru ulang wave scan akhirnya jam 9 lebih dikit aku persiapan operasi. Gila tegangnya gak karuan denyut jantung aja tinggi nian itu. Nunggu bentar langsung masuk ruang oprasi.

Habis dijelasin apa ja yang akan terjadi, dokter masuk n mulai deh tu oprasi. Mata dibuka diselotip selotip. Ternyata ketegangan ku terlalu tinggi sampe sampe tu bola mata gerak mulu. Dokter ama suster suster terus nyuru tenang ternyata kalo kita deg-degan tu mata geraknya keliatan walaupun gak geser jauh padahal hahahahha ketauan deh kalo aku tegang sangat. Habis mata kanan dilaser gantian mata kiri. Jam 9.48 kurang lebih tu oprasi selesai. Akhirnya, leganya bukan main.

Oprasi beres lanjut ama treatment selanjutnya, sejam habis oprasi ni mata gatal banget berpasir gitu tapi gak boleh dikucek tu mata, gila nahan gatelnya gak tahan dah. Obat tetes ada 3 dipake 6 kali sehari hahahahhahahha lama-lama jadi ahli netes obat mata sendiri. Tapi surprisenya besokan harinya semua bener bener keliatan jelas tanpa kacamata... hahahahah senengnya.

Ucapan terima kasih terbesarku buat Papi, koko ama dr. Soeharnila yang udah bikin mimpiku jadi kenyataan... Thank you.....

Wednesday, May 28, 2008

Satu Semester Berlalu...

Hah akhirnya 1 semester lagi berakhir, semester yang cukup berat akhirnya berakhir juga... Walalupun seneng udah berakhir satu semester itu, tapi masi deg-degan ama hasil juga sih, soalnya jujur aja gak begitu yakin ama semua ujian kemaren... tapi ya sudahlah apa mau dikata, waktu juga nggak akan kembali lagi dan emang ngga akan sempet buat ngulang lagi

Semester ini banyak banget kejadian yang nyenengin, ngeselin, bikin emosi, capek, berantem, hahahahhaha.. Tugas luar biasa banyaknya, udah mirip kejar setoran aja rasanya. Ternyata yang namanya kerja di bawah "tekanan" (tekanan waktu, capek) bener-bener harus pinter-pinter jaga kesehatan ama jaga emosi. Semester ini banyak ngasi pelajaran tentang hal itu.

Berapa kali aku jadi BT gak jelas, sampe-sampe bikin segala sesuatu jadi berantakan n gak karuan. Hubungan sosial jadi gak jelas entah berantem atau cuma salah paham udah gak ada yang jelas. Lagi capek, males ngomong, malah dikirain marah, trus jadinya aku yang didiemin, bisa gila ini lama-lama. Padahal gak ada masalah ama mereka, cuma karena akunya yang lagi males banget buat ngomong, astaga cuma karena hal sepele itu aja jadi berantakan semuanya, temen-temenku ngediemin aku n karena nganggep aku marah jadi kita kaya berantem deh.. Wkakakakakakkakakaka, menurutku itu masalah paling berat dalam semester ini

Yang kedua, yang paling bikin susah adalah yang namanya bangun pagi... Wakkakakkakakkak sebenernya ini masalah lama sih, cuma makin susah aja, dan ternyat udah makin "nakal" di semester ini nih yang namanya bolos udah makin banyak aja wkakakakakakka, alhasil waktu mau ujian pusing pusing dah..

Pelajaran berharga dari Semester ini :
1. Harus lebih sabar n pinter-pinter ngontrol emosi (tahan emosi itu penting!)
2. Berpikiran positif (Semua pasti ada jalan keluarnya)
3. Harus lebih rajin lagi (Jangan siang-siang kalo bangun)
4. Bikin tugas jangan suka mepet-mepet
5. Ngga boleh terlalu sensitif!
6. Sekali lagi paling penting banget --> Jangan cepet BT n Marah (SABAR!!!)
Buat Temen-temenku semua thank you banget buat semua yang udah kalian lakuin buat aku selama setengah tahun ini.. Thank you bangetttt....

Saturday, May 17, 2008

Pasrahkan...

AAAAAA... bener-bener udah pasrah kali ini, entah keterima atau nggak udah berkurang nih keyakinan... Kesalahan kesalahan kecil yang tanpa aku sadarin ternyata memberikan efek yang besar, loyalitas rendah ini bener-bener udah bikin keyakinan keterima jadi berkurang dan benar-benar hampir memupuskan harapanku tuk jadi asisten...hiks hiks...

Simulasi modul juga jadi gak karuan aduh... bingung,bingung deh... huaaaaaa... serasa kaya aku udah yang paling tereliminasi pertama nih... T_T takut banget nih nunggu hasil, rasanya udah gak karuan aduh... sedih juga sih, rasanya rada nyesel nih, andaikata tadi gak meneguhkan hati maju pertama mungkin masi ada kesempatan buat belajar dan persiapan lebih lanjut..  hiks hiks.....

Sekarang udah tinggal tunggu hasil akhir aja nih.. Pasrah-pasrah deh terserah aja lah apapun hasilnya semoga Tuhan menguatkanku dan ngga bikin aku putus asa lagi... Smangat!!!

Tuesday, April 15, 2008

Kecewanya...

Ya Tuhan, kenapa semua kabar itu datang pada saat yang beruntutan? Hah... Semua mimpi dan harapanku terkubur bersama dengan datangnya berita-berita itu, impian yang sudah lama kupendam terernggut juga dariku... Apalagi yang akan aku hadapi setelah ini? Aku benar-benar sudah kehilangan semangat untuk melanjutkan semua itu. Aku benar - benar merasa gagal dan sangat kecewa. Yang seharunya menjadi miliku akhirnya terlepas dan menjadi milik orang lain, padahal dulu aku yakin aku yang akan mendapatkan itu.

Tak pernah kubayangkan, ternyata berat rasanya melepaskan semua angan yang sudah lama kusimpan dan ada dalam mimpiku, dukungan dari yang lain yang membuatku yakin ternyata tidak ada artinya. Dukungan yang selama ini selalu membuatku tenang dan yakin, kini hanya menjadi asap dari api yang telah padam. Aku menyerah...

Ya Tuhan kembalikan semangat dan harapan yang telah meredup dalam diriku, Kekecewaan itu masih harus ditambah dengan kegagalanku mendapatkan yang seharusnya, hasil pengorbananku juga tidak membuahkan hasil. Minggu ini sungguh menjadi minggu yang melelahkan dan sangat berat untukku.. Bantu aku Tuhan....
Biarlah semua itu menjadi akhir dari semua kekecewaan dan kegagalan yang harus kutanggung...

Friday, February 29, 2008

Teman Baik

Sewaktu kita duduk di taman kanak-kanak, kita berpikir kalau seorang teman yang baik adalah teman yang meminjamkan krayon warna merah ketika yang ada hanyalah krayon warna hitam.

Di sekolah dasar, kita lalu menemukan bahwa seorang teman yang baik adalah teman yang mau menemani kita ke toilet, menggandeng tangan kita sepanjang koridor menuju kelas, membagi makan siangnya dengan kita ketika kita lupa membawanya.

Di sekolah lanjutan pertama, kita punya ide kalau seorang teman yang baik adalah teman yang mau menyontekkan PR-nya pada kita, pergi bersama ke pesta dan menemani kita makan siang.

Di SMA, kita merasa kalau seorang teman yang baik adalah teman yang mengajak kita mengendarai mobil barunya, meyakinkan orang tua kita kalau kita boleh pulang malam sedikit, mau mendengar kisah sedih saat kita putus dari pacar,

Di masa berikutnya, kita melihat kalau seorang teman yang baik adalah teman yang selalu ada terutama di saat-saat sulit kita, membuat kita merasa aman melalui masa-masa seperti apapun, meyakinkan kita kalau kita akan lulus dalam ujian sidang sarjana kita.

Dan seiring berjalannya waktu kehidupan, kita menemukan kalau seorang teman yang baik adalah teman yang selalu memberi kita dua pilihan yang baik, merangkul kita ketika kita menghadapi masalah yang menakutkan, membantu kita bertahan menghadapi orang-orang yang hanya mau mengambil keuntungan dari kita, menegur ketika kita melalaikan sesuatu, mengingatkan ketika kita lupa, membantu meningkatkan percaya diri kita, menolong kita untuk menjadi seseorang yang lebih baik, dan terlebih lagi... menerima diri kita apa adanya...

Thanks for beeing my friend

Wednesday, February 20, 2008

19 Februari 2008 Malam Minggu Kemarin

Apa ya lama gak mengisi sesuatu, pengen ngisi tapi mau crita apa ya? Akhirnya yang namanya acara-acara mulai beres deh, 2 acara udah terlewat tinggal 1 lagi tapi masih lama, setidaknya udah terangkat nih beban, untuk sementara bebas dari jualan senangnya... Setelah beberapa hari yang lalu tiap jumat sabtu jualan, akhirnya jualan terakhir di hari Valentine hahahahaha, sedih juga Valentine bukannya dapet bunga malah jual bunga, 2 tahun begitu terus kasian nian daku... hahahahaha...

Belum sesuatu yang dapat dibilang bodoh, tapi sebenarnya bukan sih ikhlas koq cuma nyadarnya telat aja, lucu juga sih kalo inget apalagi inget ternyata mahal juga itu... Tapi ok lah itung-itung sebagai ucapan terima kasih buat semuanya sekalian beramal juga... Buat yang tau yang sebenarnya kebodohan yang terjadi jangan bilang bilang ya... cukup kita saja yang tau... buat yang nerima tu barang sungguh ikhlas koq.. dari lubuk hati paling dalam ikhlas.

O ya crita dulu nih.. Kemaren waktu tu acara amal hari sabtu kemaren, keren juga sih ada artisnya dateng Maliq & d'Essential keren juga, cuma ada yang cukup menyedihkan temanku sakit, astaga mengerikan juga takut kita semua. Beres acara kita ngga bantu beres-beres, kita pergi ke rumah sakit jam 2 pagi kita ke rumah sakit. Ternyata dia kecapekan n makannya gak teratur, perhatian tu buat semua yang suka sibuk jangan lupa makan ya... Keluar dari rumah sakit jam 3 pulang ke rumah temen, tidurlah kita semua dibagi-bagi di kamar yang ada... Lama gak tidur di rumah rasanya jadi kangen rumah ini heheheheheheh... Thank you buat temanku yang baik sudah mau merelakan rumahnya di "kacaukan" hehehe, tapi aku tau koq dari dulu dia memang baik. Buat temenku satu lagi yang sakit cepet sembuh ya... Lain kali jangan lupa makan ya..

Efek sampingnya.. koq rasa itu muncul lagi ya.. Aduh ternyata susah sekali lari dari semua itu, makin deket makin kembali lagi, padahal rencananya udah mau selesai dan bener-bener selesai...

Sunday, November 4, 2007

Teman???

Apa itu temen???? Apa itu sahabat???? Ada bedanya gitu??? Semua bilang temen deket alias sahabat tu orang yang akan selalu ada di sampingmu buat bantu kamu ngga peduli kamu lagi seneng atau lagi susah...
Terkadang yang namanya temen ngga selalu bisa bantu kamu, bisa ngecewain kamu, nglupain kamu.. Itulah indahnya yang namanya dunia pertemanan. Kadang kala ada kalanya kamu ditinggalin, semua pergi tanpa ada kamu, walalu biasanya kalian bersama. Kadang kala juga semua akan berbondong-bondong dateng ke kamu karena mereka butuh kamu, entah dalam hal apapun itu. Kadang kala semua terasa begitu menyedihkan, kamu sendirian, menghadapi kenyataan sendiri.

Kamu marah, sebel, jengkel, benci itu hal wajar karena semua orang juga pastinya akan berbuat seperti itu... Tapi coba kamu pikir lagi, ketika kamu memendam semuanya apa yang akan kamu dapat, kamu cuma akan mendapat kesedihan, emosi yang ternyata menyusahkan dirimu sendiri, maka cobalah berpikir positif.
Ketika temen-temenmu pergi ninggalin kamu, berpikirlah mungkin mereka lupa memberitahu kamu, mungkin mereka ada urusan penting lain, mungkin mereka sedang sibuk, mereka sedang ingin sendiri, sedang tidak mau diganggu. Mungkin saja semua itu benar...

Ketika kamu merasa di"manfaat"kan, cobalah untuk berpikir bahwa mungkin mereka memang tidak bisa melakukannya, mereka kesulitan menyelesaikan itu, berpikirlah bahwa ternyata mereka mengakui kelebihanmu. Cobalah berpikir seperti itu, walaupun di hatimu tersimpan rasa sakit karena di"manfaat"kan adalah hal yang paling menyebalkan. tapi ambilah sisi positifnya saja.

Ketika kamu sendirian dan merasa marah dengan teman-temanmu ingatlah saat-saat kalian melepas kegembiraan bersama, siapa tau semua akan membantumu berpikir positif tentang masalahmu itu...
Teman juga adalah manusia, ia sama sepertimu, ada kalanya mereka bersikap begitu baik, namun ada saatnya mereka menyebalkan. Pikirkanlah kebaikan untuk dirimu sendiri! Cari mana yang terbaik untukmu...

Emosi bukan jalan terbaik...