Thursday, November 8, 2007

... Dalam Gelapnya Malam, Kita Justru Dapat Melihat Indahnya Bintang..

Pelajaran Berharga
Ini lima buah Pelajaran Berharga, yang sangat bagus untuk kita, mari kita renungkan bersama

1. Pelajaran Penting ke-1
Pada bulan ke-2 diawal kuliah saya, seorang Profesor memberikan quiz mendadak pada kami. Karena kebetulan cukup menyimak semua kuliah-kuliahnya, saya cukup cepat menyelesaikan soal-soal quiz,
sampai pada soal yang terakhir. Isi Soal terakhir ini adalah : Siapa nama depan wanita yang menjadi petugas pembersih sekolah ?. Saya yakin soal ini cuma "bercanda". Saya sering melihat perempuan ini.  Tinggi,berambut gelap dan berusia sekitar 50-an, tapi bagaimana saya tahu nama depannya... ? Saya kumpulkan saja kertas ujian saya, tentu saja dengan jawaban soal terakhir kosong. Sebelum kelas usai, seorang rekan bertanya pada Profesor itu, mengenai soal terakhir akan "dihitung" atau tidak. "Tentu Saja Dihitung !!" kata si Profesor. "Pada perjalanan karirmu, kamu akan ketemu banyak orang. Semuanya penting!. Semua harus kamu perhatikan dan pelihara, walaupun itu cuma dengan sepotong senyuman, atau sekilas "hallo"! Saya selalu ingat pelajaran itu. Saya kemudian tahu, bahwa nama depan ibu pembersih sekolah adalah "Dorothy".

2. Pelajaran Penting ke-2 Penumpang yang Kehujanan
Malam itu , pukul setengah dua belas malam. Seorang wanita negro rapi yang sudah berumur, sedang berdiri di tepi jalan tol Alabama . Ia nampak mencoba bertahan dalam hujan yang sangat deras, yang hampir  seperti badai. Mobilnya kelihatannya lagi rusak, dan perempuan ini sangat ingin menumpang mobil. Dalam keadaan basah kuyup, ia mencoba menghentikan setiap mobil yang lewat. Mobil berikutnya dikendarai oleh seorang pemuda bule, dia berhenti untuk menolong ibu ini. Kelihatannya si bule ini tidak paham akan konflik etnis tahun 1960-an, yaitu pada saat itu. Pemuda ini akhirnya membawa si ibu negro selamat hingga suatu tempat, untuk mendapatkan pertolongan, lalu mencarikan si ibu ini taksi. Walaupun terlihat sangat tergesa-gesa, si ibu tadi bertanya tentang alamat si pemuda itu, menulisnya, lalu mengucapkan terima kasih pada si pemuda. 7 hari berlalu, dan tiba-tiba pintu rumah pemuda bule ini diketuk Seseorang. Kejutan baginya, karena yang datang ternyata kiriman sebuah televisi set besar berwarna (1960-an !) khusus dikirim kerumahnya.Terselip surat kecil tertempel di televisi, yang isinya adalah : " Terima kasih nak, karena membantuku di jalan Tol malam itu. Hujan tidak hanya membasahi bajuku, tetapi juga jiwaku. Untung saja anda datang dan menolong saya. Karena pertolongan anda, saya masih sempat untuk hadir disisi suamiku yang sedang sekarat...hingga wafatnya. Tuhan memberkati anda,karena membantu saya  dan tidak mementingkan dirimu pada saat itu" Tertanda Ny.Nat King Cole.
Catatan : Nat King Cole, adalah penyanyi negro tenar thn. 60-an di USA

3. Pelajaran penting ke-3 :Selalulah perhatikan dan ingat, pada semua yang anda layani.
Di zaman eskrim khusus (ice cream sundae) masih murah, seorang anak laki-laki umur 10-an tahun masuk ke Coffee Shop Hotel, dan duduk di meja. Seorang pelayan wanita menghampiri, dan memberikan air putih dihadapannya. Anak ini kemudian bertanya "Berapa ya,... harga satu ice cream sundae?" katanya. "50 sen..." balas si pelayan. Si anak kemudian mengeluarkan isi sakunya dan menghitung dan mempelajari koin-koin di kantongnya.. .. "Wah... Kalau ice cream yang biasa saja berapa?" katanya lagi. Tetapi kali ini orang-orang yang duduk di meja-meja lain sudah mulai banyak...dan pelayan ini mulai tidak sabar. "35 sen" kata si pelayan sambil uring-uringan. Anak ini mulai menghitungi dan mempelajari lagi koin-koin yang tadi dikantongnya. "Bu... saya pesen yang ice cream biasa saja ya..."ujarnya. Sang pelayan kemudian membawa ice cream tersebut, meletakkan kertas kuitansi di atas meja dan terus melengos berjalan. Si anak ini kemudian makan ice-cream, bayar di kasir, dan pergi. Ketika si Pelayan wanita ini kembali untuk membersihkan meja si anak kecil tadi, dia mulai menangis terharu.Rapi tersusun disamping piring kecilnya yang kosong, ada 2 buah koin 10-sen dan 5 buah koin 1-sen. Anda bis a lihat... anak kecil ini tidak bisa pesan Ice-cream Sundae, karena tidak memiliki cukup untuk memberi sang pelayan uang tip yang "layak"..... .

4. Pelajaran penting ke-4 - Penghalang di Jalan Kita
Zaman dahulu kala, tersebutlah seorang Raja, yang menempatkan sebuah batu besar di tengah-tengah jalan. Raja tersebut kemudian bersembunyi,untuk melihat apakah ada yang mau menyingkirkan batu itu dari jalan.
Beberapa pedagang terkaya yang menjadi rekanan raja tiba ditempat,untuk berjalan melingkari batu besar tersebut. Banyak juga yang datang,kemudian memaki-maki sang Raja, karena tidak membersihkan
jalan dari rintangan.Tetapi tidak ada satupun yang mau melancarkan jalan dengan menyingkirkan batu itu. Kemudian datanglah seorang petani, yang menggendong banyak sekali sayur mayur. Ketika semakin
dekat, petani ini kemudian meletakkan dahulu bebannya, dan mencoba memindahkan batu itu kepinggir jalan. Setelah banyak mendorong dan mendorong, akhirnya ia berhasil menyingkirkan batu besar itu. Ketika si petani ingin mengangkat kembali sayurnya, ternyata ditempat batu tadi ada kantung yang berisi banyak uang emas dan surat Raja. Surat yang mengatakan bahwa emas ini hanya untuk orang yang mau
menyingkirkan batu tersebut dari jalan. Petani ini kemudian belajar, satu pelajaran yang kita tidak pernah bisa mengerti. Bahwa pada dalam setiap rintangan, tersembunyi kesempatan yang bisa dipakai untuk
memperbaiki hidup kita.

5. Pelajaran penting ke-5 - Memberi, ketika dibutuhkan.
Waktu itu, ketika saya masih seorang sukarel awan yang bekerja di  sebuah rumah sakit, saya berkenalan dengan seorang gadis kecil yang bernama Liz, seorang penderita satu penyakit serius yang sangat jarang. Kesempatan sembuh, hanya ada pada adiknya, seorang pria kecil  yang berumur 5 tahun, yang secara mujizat sembuh dari penyakit yang sama. Anak ini memiliki antibodi yang diperlukan untuk melawan penyakit itu. Dokter kemudian mencoba menerangkan situasi lengkap medikal tersebut ke anak kecil ini, dan bertanya apakah ia siap memberikan darahnya kepada kakak perempuannya. Saya melihat si kecil itu ragu-ragu sebentar, sebelum mengambil nafas panjang dan berkata "Baiklah... Saya akan melakukan hal tersebut.... asalkan itu bisa menyelamatkan kakakku". Mengikuti proses tranfusi darah, si kecil ini berbaring di tempat tidur,disamping kakaknya. Wajah sang kakak mulai memerah, tetapi Wajah si kecil mulai pucat dan senyumnya menghilang. Si kecil melihat ke dokter itu, dan bertanya dalam suara yang bergetar...katanya
"Apakah saya akan langsung mati dokter... ?"Rupanya si kecil sedikit salah pengertian.Ia merasa, bahwa ia harus menyerahkan semua darahnya untuk menyelamatkan jiwa kakaknya. Lihatlah...bukankah pengertian dan sikap adalah segalanya... . Bekerjalah seolah anda tidak memerlukan uang, Mencintailah seolah anda tidak pernah dikecewakan, dan menari dan menyanyilah seolah tidak ada yang menonton

... DALAM GELAPNYA MALAM, KITA JUSTRU DAPAT MELIHAT INDAHNYA BINTANG...

Sunday, November 4, 2007

Teman???

Apa itu temen???? Apa itu sahabat???? Ada bedanya gitu??? Semua bilang temen deket alias sahabat tu orang yang akan selalu ada di sampingmu buat bantu kamu ngga peduli kamu lagi seneng atau lagi susah...
Terkadang yang namanya temen ngga selalu bisa bantu kamu, bisa ngecewain kamu, nglupain kamu.. Itulah indahnya yang namanya dunia pertemanan. Kadang kala ada kalanya kamu ditinggalin, semua pergi tanpa ada kamu, walalu biasanya kalian bersama. Kadang kala juga semua akan berbondong-bondong dateng ke kamu karena mereka butuh kamu, entah dalam hal apapun itu. Kadang kala semua terasa begitu menyedihkan, kamu sendirian, menghadapi kenyataan sendiri.

Kamu marah, sebel, jengkel, benci itu hal wajar karena semua orang juga pastinya akan berbuat seperti itu... Tapi coba kamu pikir lagi, ketika kamu memendam semuanya apa yang akan kamu dapat, kamu cuma akan mendapat kesedihan, emosi yang ternyata menyusahkan dirimu sendiri, maka cobalah berpikir positif.
Ketika temen-temenmu pergi ninggalin kamu, berpikirlah mungkin mereka lupa memberitahu kamu, mungkin mereka ada urusan penting lain, mungkin mereka sedang sibuk, mereka sedang ingin sendiri, sedang tidak mau diganggu. Mungkin saja semua itu benar...

Ketika kamu merasa di"manfaat"kan, cobalah untuk berpikir bahwa mungkin mereka memang tidak bisa melakukannya, mereka kesulitan menyelesaikan itu, berpikirlah bahwa ternyata mereka mengakui kelebihanmu. Cobalah berpikir seperti itu, walaupun di hatimu tersimpan rasa sakit karena di"manfaat"kan adalah hal yang paling menyebalkan. tapi ambilah sisi positifnya saja.

Ketika kamu sendirian dan merasa marah dengan teman-temanmu ingatlah saat-saat kalian melepas kegembiraan bersama, siapa tau semua akan membantumu berpikir positif tentang masalahmu itu...
Teman juga adalah manusia, ia sama sepertimu, ada kalanya mereka bersikap begitu baik, namun ada saatnya mereka menyebalkan. Pikirkanlah kebaikan untuk dirimu sendiri! Cari mana yang terbaik untukmu...

Emosi bukan jalan terbaik...

Monday, September 10, 2007

Makasi ya Semuanya.. Ini Ulang Tahun yang Indah Buat Aku

Hahaha senengnya walaupun udah lewat tapi ini akan jadi kenangan yang indah...
Ulang taun ku yang ke 19 ini bener bener ninggalin sesuatu yang indah dalam hidupku...
Aku bisa ngrayain ulang taun bareng keluargaku, bisa bareng koko, papi, papi yo, mami yo, koko andre, so wulan wah bener bener seneng deh... Tambah lagi banyak temen-temen yang ternyata nggak lupa sama ulang taunku, thank you banget ya semuanya...

Makasi banget ya, biar jauh tapi makasi banget malem-malem kamu udah telpon aku, aku tau oq, kamu kan cepet tidure... hehehehe thanks ya Tin... O ya aku dah dapet venom e lho hehehehe
Buat temen-temen ku yang udah repot-repot ngasi kado segala, thank you banget ya... Spesial buat yang udah ngrapiin n ngebersiin kamarku thank you banget ya... Aku jadi nggak enak hati ni padahal lagi laporan sempet-sempet amat beresin kamarku, cuma masi rada bingung tau koq bisa masuk sih???hehehehe btw thanks ya... Pas nyampe kos rada kaget nih liat kamar ditinggal ancur koq pulang jadi rapi banget... Thank a lot ya temen-temen...

Yang pasti ucapan selamet dari kalian semua bener-bener sangat berarti buat aku...
Makasi ya semua....
Thanks...

Wednesday, June 21, 2006

Terima Kasih..

Akhirnya udah pengumuman... Selamet buat semua yang udah lulus! Semua jerih payah kita selama 3 tahun di Sedes selesai sudah.
Tiga tahun ternyata nggak lama, raasanya sedih juga mau berpisah, tapi ya memang harus gitu, kita berpisah kan untuk mewujudkan cita - cita kita sendiri. Selama SMA banyak kenangan manis dan pahit yang sudah kualami, mulai dari bersenang - senang sampe bertengkar.
Di sini aku menemukan teman - teman yang begitu baik terhadapku, mungkin aku tidak terlalu baik tapi aku sungguh berterimakasih kepada teman - temanku yang sudah banyak membantuku. Ine, Livia, Floren, Vania, Tina, Metta, Nia, Zennia dkk. kalian sungguh berarti bagiku.Pengalaman - pengalaman yang menyenangkan pernah kita jalani bersama, marah bertengkar juga menghiasi pertemanan kita.Pergi Ret-ret dan ke Bali adalah kenangan yang indah dan menyengkan sekali.
Untuk temanku Ine, Ine aku sungguh minta maaf kalo aku sudah banyak menyusahkan kamu, aku juga pernah membuat kamu begitu marah, mungkin kamu sendiri merasa begitu sebel sama aku, karena keegoisanku, aku minta maaf. Selama 3 tahun kamu sudah begitu baik padaku, kamu tidak pernah marah bahkan kamu juga tidak mendendam padaku. Floren, kita kenal karena nadia ya... akhirnya malah sekelas, Flo makasih ya kamu udah banyak mbantu aku dalam segala hal, nyelesain tugas, apalagi pas buat ujian speaking thanks a lot ya, sorry kalo dulu aku sering bad mood di kelas. Livia, aku kenal kamu karena Ine sama Floren, mungkin kita banyak kesamaan ya terlebih dalam hal bad mood jadi kita juga sering "bermasalah" tapi nggak lama kita baikan lagi, bagiku kamu lucu banget. Buat semua temenku yang lain thanks banget ya, aku minta maaf kalo selama ini aku pernah berbuat salah dan nyakiti kalian, sorry ya.
Buat guru - guruku, Pak Ruddy, Bu Meme, Bu Lena, Bu Dwi, Pak No, Pak Yuli, Pak P, Pak Wisnu, Pak Banu, Pak Ir, Pak Er, dll terima kasih ya sudah jadi guruku, mungkin dulu aku dan teman teman banyak kesalahan, kami mohon maaf. Terima kasih sudah membimbingku sehingga aku bisa meneruskan pendidikanku ke yang lebih tinggi.
Terima Kasih buat semuanya...

Tuesday, August 16, 2005

Ceng Ho

Awal bulan Agustus ini di Semarang ada perhelatan akbar yang cukup menghebohkan yaitu, Peringatan 600 tahun pendaratan Laksamana Ceng Ho di Semarang. Acara paling seru yaitu tanggal 4 Agustus 2005 pas “kirab” atau arak – arakan. Semua orang konon dari berbagai tempat termasuk luar negeri dateng ke Semarang buat nonton acara ini.

Sehari sebelum acara itu, di sekolah aku dan temen – temenku berencana buat nonton acara itu rame – rame. Karena mulainya jam 5 pagi rencananya jam 6 kumpul di rumah temenku Danny. Banyak sih yang minat tapi karna pagi jadi masih pada tanda tanya bingung mau ikut apa nggak. Sampai jam pulang sekolah masih belum ada kepastian sapa aja yang mau ikut.

Akhirnya sampek rumah jalan terakhir telpon – telponan ‘n sms-an. Sampek malem hasilnya baru aku, Vania, Danny, Anthony, Petra, yang OK. Ya udah orang udah janjian daripada tambah ddikit personilnya akhirnya siap deh berangkat besok paginya.

Jam 5 pagi aku udah bangun, nunggu Vania yang jemput aku, maklum sesama “Golden Land” Jam setengah 6 kita berangkat ke tempat Danny, Astaga luar biasa dinginnya pagi itu ditambah harus ngebut takut jalannya ditutup. Sampek di tempat Danny baru aku sama Vania yang nyampek, langsung nitipin motor, langsung jalan ke jalan raya soalnya pas dateng pas arak – arakan udah mau sampek sana. Cuma aku sama Vania yang nonton pagi itu, tapi ternyata yang lewat sana baru yang “kepala” aja jadi Cuma dikit.

Habis liat itu sebentar, balik ke rumah Danny, Nia sama Zennia dateng, disusul Skunk sama Ega. Akhirnya nongkrong di rumah Danny sambil nunggu Anthony sama Petra. Sudah kumpul semua, masih nunggu sapa tau masih mau lewat lagi arak –arakkanya, di tunggu lama banget akhirnya mutusin ke Gang Lombok. Rame – rame naik motor boncengan. Kalo nggak salah 5 motor. Baru perjalanan karna gak tau arah ‘n ketinggalan Skunk – Petra sama aku – Vania “tersesat” ditambah ngglanggar arah lagi, akhirnya disusul sama yang lain truz bareng – bareng lagi. Sampek di Gang Lombok, ternyata yang lainnya nanti dari Gedung Batu jam 12 an.

Ya udah, mau gimana lagi, karna pagi belum makan ya pilih pergi makan. Truz nunggu sampek jam 1 – 2 nan di rumah Vania. Habis makan semua ke rumah Vania. Di rumah Vania bikin rame sebentar truz pada pingin billiard n karaoke. Sebelum ke billiard, ngajak yang lain yang mau ikut, Stephanie pingin ikut tapi gak ada transport akhirnya kita rame – rame 4 motor plus 1 mobil dari Golden Land ke Puri, njemput Stefani. Mau ke sana aja nyari rumah Stefani sampek harus muterin pohon beringin 2-3 kali soalnya lupa jalannya....

Jemput Stefani langsung ke tempat billiard berhubung masih jam 10 an jadi karaoke belum buka. Pas di billiard Ine sama Livia nyusul. Jam 12 karaoke udah buka langsung deh pada pesen tempat. Tapi sayang Ega harus pulang harus les. Karaoke satu jam, truz bingung mau nontonnya di mana... Karna menurut prediksi belum sampek mataram jadi mau makan dulu. Tapi pas lewat kampung kali kok sudah rame katanya udah sampek Pemuda. Akhirnya putar halauan ke rumah Danny , nonton di sana aja.

Tapi di itung – itung kayaknya gak lewat sana, nunggu di rumah Danny cukup lama truz balik lagi ke Kampung kali. Di sana Yongki nyusul, jadi yang naik motor ada 5 motor. Anthony, Petra, Ine naik mobil. Masalahnya yang nai motor udah parkir di Kampung Kali yang dari Thamrin, yang mobil parkir di depan Theresiana, mau pindah takut nanti malah nggak dapet parkir. Nunggu lama akhirnya yang ditunggu dateng, tapi koq yang muncul sama kayak yang tadi pagi... yang lainnya nggak muncul – muncul. Karna kurang sabar akhirnya mutusin pindah ke Mataram nunggu di sana, tapi yang naik mobil tetep disana dan mereka liat sambungannya. Kita yang naik motor nunggu di Mataram sampek jam 4 an baru mulai lewat pertama yang lewat ya sama lagi kayak yang tadi.

Nunggu sampek jam 5 capek banget... Skunk harus ke Gereja jadi dia pergi duluan. Nunggu.... lama sampek mau jam 6 masih belum lewat yang paling ditunggu tu “kapal – kapalan” lama. Wajah –wajah udah pada lemes, yang naik mobil udah pulang ke rumah  masing – masing malahan. Putus asa tapi mau pulang gak Ikhlas soalnya udah terlanjur nunggu sampek segininya masak pulang dengan tangan kosong... gak mau terutama aku ama Vania udah pindah sampek 3 kali masak nggak liat “kapal – kapalannya” Dengan bertekad hati dan penuh keteguhan hati akhirnya diputuskan tetap menunggu.

Akhirnya yang ditunngu datang juga, semua penantian tak sia – sia semua yang tadinya udah pada lemes ‘n kehilangan semangat, kembali fresh ‘n tanpa buang waktu semua pada da – da – da – da . Penantian berbuah juga. Selesai liat akhirnya pulang dengan sisa – sisa tenaga yang ada. Semua pulang ke rumah masing – masing. Sampek rumah belum selesai semua ternyata masih harus buat laporan biologi yang udah deadline harus kumpul besok plus tugas bio yang juga harus kumpul besok. Dari semua yang nonton tadi sampek malem bisa dibilang semua belum pada buat, alhasil sudah capek masih harus lembur. Paginya di sekolah masih menampakan wajah – wajah kurang tidur.

Pelajaran paling berharga dari kejadian ini adalah pentingnya Kesabaran, seandainya kami semua tadi sabar kami nggak perlu sampek pindah ke Mataram. Tapi, kebersamaan itu yang paling penting, jalani semuanya dengan kebersamaan dan penuh kegembiraan jadikan semuanya ini kenangan yang indah, yang akan diingat selamanya.