Saturday, November 7, 2009

Kaca, Teman dan Akhir

Layaknya kaca,
Akan lebih baik jika membiarkan ia pecah ketika memang sudah retak
Daripada nantinya ia akan menyakiti diri sendiri
Begitu pula dengan berteman, bersahabat
Sekuat dan sesabar apapun segalanya ada batasannya
Ketika batasan itu telah terlampaui akan lebih baik membiarkannya berlalu
Daripada memaksakan dan bertahan namun hanya luka yang akan ditorehkannya


Sebuah analogi yang seringkali benar menganalogikan persahabatan dengan kaca. Keduanya dapat menjadi abadi namun dapat juga menjadi rapuh. Ketika kaca itu pecah pecahannya akan memberikan luka dan kesedihan pada si empunya. Jika masih dapat disatukan akan disatukan namun ketika retak dan pecahannya terlalu dalam akan lebih baik menyapu pecahan itu sebelum akan menyakiti si empunya dan orang lain. Agar kaca ini tak pecah haruslah kita menjaganya, membersihkannya dengan kelembutan dan terkadang memberikan tempaan yang cukup keras sesuai dengan batasannya sehingga kaca ini dapat tetap bersih dan kokoh.

Sama halnya dengan bersahabat ataupun membina hubungan dengan orang lain. Hubungan tersebut dapat menjadi selamanya namun dapat juga rapuh dan berakhir. Ketika hubungan ini telah terlampau banyak di penuhi pertengkaran, kesalahpahaman, perbedaan yang tak dapat disatukan maka akan lebih baik jika merelakan hubungan itu berakhir, memaksakan mempertahankan hubungan yang memang tak dapat disatukan lagi hanya memberikan beban dan luka yang semakin dalam terlebih bagi yang telah lama berjuang mempertahankan sehingga akan lebih bijaksana jika hubungan tersebut diakhiri.

Mencoba menjaga suatu hubungan atau persahabatan tidaklah mudah, terlalu banyak keegoisan dan perbedaan yang harus saling ditoleransi, pengertian dan perhatian menjadi suatu tuntutan bagi kedua belah pihak, jika satu saja tak dapat dilakukan maka hubungan tersebut hanya akan menjadi mimpi buruk yang dapat mengacaukan semua ketenangan hidup.

Aku belajar untuk menerima semua analogi itu dan akhirnya :

T'lah kucoba tuk mengertimu
Namun tak sekalipun kau mau mengertiku
Kau marah
Kau mengacuhkanku
Bahkan hingga kau menganggapku tidak ada
Kucoba 'tuk bersabar dan mengertimu
Namun goresan luka itu kini semakin dalam
Dan tak ada lagi sabar dan pengertianku untukmu
Sabar ini telah menemui batasnya
Semua amarah dan sedihku tlah habis untukmu
Kau acuhkanku
Maka akupun akan mengacuhkanmu
Kau menjauh
Maka akupun akan semakin menjauhimu
Tak ada lagi yang dapat menyatukan ini semua
Kurasa inilah saatnya kita memilih jalan terbaik
Hiduplah dengan caramu dan aku akan menjalani hidupku sendiri
Semua yang lalu biarlah berlalu
Ini saatnya mengakhiri semua persahabatan yang pernah terjalin
Kau memaksaku memilih jalan ini
Maka akan kupilih jalan ini
Mengakhiri ini akan lebih baik
Daripada memaksakan tuk mempertahankan semuanya
Namun semua hari-hari ku menjadi buruk karna semua amarah dan sedih yang kupendam karnamu
Dan akhirnya aku akan kehilangan lebih banyak lagi
Terimakasih untuk semua kebaikanmu yang tlah banyak membantuku
Terimakasih untuk semua 'perhatianmu' karna itulah aku banyak belajar dan dapat mengakhiri semua ini
Terimakasih untuk semua pengalaman dan kenangan baik ataupun buruk selama bersamamu
Semua sedih yang kauberikan padaku telah membuatku mengerti akan pilihan hidupku
Kini selamat tinggal
Aku bukalah siapa untukmu
dan Kaupun bukanlah siapa untukku
Selamat Tinggal Teman.

Tuesday, October 27, 2009

IM Bersama Tuhan

Seorang pemuda sedang terlibat chating dengan Tuhan lewat YM , si chater mengajukan beberapa masalah dan pertanyaan kepada Tuhan tentang hidup dan kehidupannya

TUHAN : Kamu mengirim email dan memanggilKu, ada perlu apa (Tuhan pura2 tidak tau)?
 
Chater : Iya Tuhanku , begini, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk. jadi besok aja ya chatnya , jangan sekarang, nanti saya hubungi lagi...sorry...saya benar2 sedang sibuk.

TUHAN : Dasar tak tau diri kamu , Kalau Luna Maya yang ngajak chat pasti kamu ngak bakal nolak, kan ...emang kamu sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.

chater :
Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun. Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.

TUHAN :
Benar sekali. Aktivitas memberimu kesibukan. Tapi produktivitas memberimu hasil.
Aktivitas memakan waktu, produktivitas membebaskan waktu.


chater :
Saya mengerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat menghindarinya. Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini.

TUHAN :
Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk.
Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi, misalnya.


chater :
OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?

TUHAN :
Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisalah yang membuatnya jadi rumit.

chater :
Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?


TUHAN :
Aku telah mengajari sebuah kata-kata mutiara kepada orang barat begini "if you fill your heart with regrets of yesterday and the worries of tomorow ,so, you have no today to be thank full for"
JIka kamu terlalu mikirin yang telah lalu dan mengkawatirkan hari esok, maka kamu tidak bisa melihat dan menikmati peluang hari ini..............

Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin.
Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa.
Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu.
Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.


chater :
Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian.


TUHAN :
Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari.
Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.


chater :
Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.


TUHAN :
Rasa sakit tidak bisa dihindari, tetapi penderitaan adalah sebuah pilihan.

chater :
Jika penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?


TUHAN :
Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan.
Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api.
Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita.
Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik, bukan sebaliknya.

chater :
Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?


TUHAN :
Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras.
Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.


chater :
Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu? Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?


TUHAN :
Masalah adalah rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental.
Kekuatan dari dalam diri bisa keluar melalui perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.


chater :
Sejujurnya, di tengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah.


TUHAN :
Jika kamu melihat ke luar, maka kamu tidak akan tahu ke mana kamu melangkah.
Lihatlah ke dalam.
Melihat ke luar, kamu bermimpi.
Melihat ke dalam, kamu terjaga.
Mata memberimu penglihatan.
Hati memberimu arah.

chater :
Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita. Apa yang dapat saya lakukan?


TUHAN :
Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain.
Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri.
Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan.
Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain berkejaran dengan waktu.


chater :
Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?

TUHAN :
Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada masih berapa jauh saya harus berjalan. Selalu hitung yang harus kau syukuri, jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.


chater :
Apa yang menarik dari manusia?

TUHAN :
Jika menderita, mereka bertanya “Mengapa harus aku?”
Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya “Mengapa harus aku?”

chater :
Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya di sini?

TUHAN :
Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu.
Berhentilah mencari mengapa saya di sini.
Ciptakan tujuan itu.
Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.


chater :
Bagaimana saya bisa mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini?


TUHAN :
Hadapilah masa lalumu tanpa penyesalan.
Peganglah saat ini dengan keyakinan.
Siapkan masa depan tanpa rasa takut.


chater :
Pertanyaan terakhir, Tuhan. Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.

TUHAN :
Tidak ada doa yang tidak dijawab.
Meskipun kamu merasa seringkali jawabannya adalah TIDAK, karena aku lebih mengetahui yang terbaik buatmu dan aku berlaku adil buat semu mahluk-ku


chater :
Terima kasih Tuhan atas nasehat dan motivasi yang di berikan lewat chatting yang indah ini.


TUHAN :
Oke. Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut.
Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan.
Percayalah padaKu.
Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.

Thursday, October 15, 2009

Hampa Tanpamu

Ketika kata menjadi sang penentu
Kujalani hari itu tanpa kata
Karna kutak tau kemana kukan melangkah
Menunggu jawab yang tak kunjung datang


Musim pun tlah berganti
Begitupun kurasakan senyummu tlah berganti
Senyum indah itu kini menjadi air mata
Tak pernah lagi ku lihat senyum indah terlukis di wajahmu


Ku tunggu hadirmu
Tapi hanya kehampaan yang datang
Meninggalkanmu menjadi paksaan yang harus kujalani
Meski perih hati ini
Kucoba tuk bertahan karna kuyakini
Senyum itu kan kembali diwajahmu


Kini ku ingin kembali padamu
Namun semua menjadi begitu sulit
Semua kepalsuan yang terpaksa kulakukan
Masih menjadi nyata bagimu
Tanpa Kusadari kita semakin jauh


Kini tak pernah lagi kurasakan
Hangat pelukmu
Canda tawamu
perhatianmu padaku
Kau tlah pergi
dan entah kapan kan kembali

Wednesday, September 9, 2009

21st Birthday

21 tahun yang lalu
Kau pertaruhkan nyawamu untukku
Memberiku sebuah kesempatan tuk melihat dunia
Meski hanya 10 tahun waktu yang diberikan-Nya untuk kita bersama
Namun kuberjanji 'kan membuat bangga terhadapku
Agar kau dapat selalu tersenyum melihatku di sana
Terima kasih Mama untuk sebuah kesempatan indah ini
Tuhan kau telah memberiku sebuah kehidupan terima kasih Tuhan

Hari ini, menjadi hari yang berarti untukku. Hari ini genap aku berusia 21 tahun. Saatnya kutinggalkan semua sifat burukku dan saatnya ku mulai segalanya dengan hidup yang baru dan dengan sifat yang lebih baik.

Dimulai dari pukul 00.00 aku merasakan ternyata hingga kini mereka semua masih memperhatikanku dan menyayangiku. Bahagianya hati ini meski sebuah impian dan harapan tak dapat kuraih di hari yang spesial ini, tapi kuhapuskan itu semua dengan banyaknya perhatian dari keluarga dan teman-temanku untukku.

Indahnya hari ini. Meski terkadang segalanya tak seindah yang dibayangkan namun ini adalah kenyataan yang harus kuterima dan akan kunikmati dan aku akan berusaha menjadikan ini lebih bermakna dan lebih indah.

Happy Birthday Ade
Wish you all the best
Thank you my brother, Flo, Livia, Ine, Tina, Vannyot, Jacinda, Iren, Marina, Mawar, Vanessa, and all of my friends. Thank you for your wishes and thank you for everything. Your are everything for me. Thank you my lovely friends

The time has come,
It's your time to be a better person
Start your new day with your new life

Aku harus berubah, harus menjadi lebih baik, membuang semua ego, keangkuhan dan semua sifat kekanak-kanakanku, inilah saatnya menjadi dewasa.
Tuhan bimbing dan bantulah aku tuk menjadi orang yang lebih baik.

Tuesday, August 4, 2009

Kata Mereka

Beberapa waktu lalu, aku mencoba bertanya pada seorang kawan yang memiliki talenta lebih tu melihat karakter dalam diri orang lain. Apa yang dia lihat dalam diriku? 

Dia bilang aku bukanlah orang yang pandai bersosialisasi dengan orang lain. Ia mengatakan aku tak pandai tuk mengungkapkan keinginanku, sulit bagiku tuk membuka sesuatu yang baru dan aku terlalu tertutup pada perasaanku sendiri. Tak kupungkiri semua itu benar adanya. Sulit buatku tuk mengungapkan rasa yang ada di hati, memulai sesuatu menjadi batu penghalang besar dalam semua hubungan sosialisasiku.Hingga kini masih tak kutemukan jawaban atas ini.

Masalah lain dia mengatakan pada ku bahwa aku tak terlalu memikirkan opini orang lain. Dan sekali lagi dia tepat sekali dengan hal itu. Sungguh suatu hal yang mengagetkan bagiku tapi cukup menyenangkan karena dengan ini semua aku tau kekurangan dalam diriku. Ternyata begitu banyak masalah dalam diriku dalam bersosialisasi. Inikah yang membuatku begitu tertutup dan tak mampu bicara?

Saturday, August 1, 2009

Takdir Cintaku

Jika inilah jalanku
Meski hanya bersama bintang
Ku'kan tetap menjalaninya
Hingga kutemukan pelangi hatiku

Kau terlalu jauh 'tuk kurengkuh
Terlalu perih hatiku menahan rindu
Rindu yang tak tau sampai kapan
Ku hanya sanggup memandangmu dari jauh

Dunia ini terlalu luas
Kau dekat
Namun ku tak dapat menyentuhmu
Kau kupuja
Namun ku tak mungkin bersamamu
Inginku selamanya mencintaimu
Hingga akhirku menutup mata
Mengapa cinta ini tak mungkin?
Cinta ini terlalu menyakitiku

Di relung hati ku
Di semua tetes air mata
Di tiap hembus nafasku
Hanya kau yang selalu ada didiri ini

Seandainya mentari tak terbit di timur
Dan pelangi selalu ada di semua senja
Ku yakini kau akan jadi milikku
Sungguh kaulah yang terindah

Mentari kan selalu terbit di timur
Dan pelangi tak kan selalu menghiasi langit senja
Kau takkan pernah kumilikki
Karna kau bukanlah takdirku

Sayangku...
Kurelakan kau menjauh dariku
Pergilah sayang
Kaukan temukan pelangi hatimu
Yang akan menjadi takdirmu
Bersama angin cintaku kan slalu ada untukmu

Saturday, July 18, 2009

1 Bulan Penuh Arti

Gak pernah aku bayangin sebelumnya kalo Tuhan akan memberiku suatu pengalaman yang bisa membuka mata, hati dan pikiranku. Walau hanya satu bulan tapi semua itu telah berhasil mengubah semua pikiran dan mengingatkanku akan sesuatu yang dulu slalu kulupakan.Dengan ini semua aku berharap aku dapat mengubah jalanku agar aku bisa menjadi lebih dewasa dan sabar dalam menghadapi semua rintangan di jalan hidupku, juga untuk selalu bersyukur dalam tiap langkahku.

Pelajaran berharga yang kupelajari selama satu bulan ini salah satunya adalah betapa melelahkannya dunia kerja, dari pagi hari hingga sore hari namun keadaan tak memungkinkan untuk kembali ke rumah sore hari tapi malam hari barulah bisa dengan santai beristirahat. Ternyata melelahkan hidup di kota besar di ibukota pula. Sekarang barulah aku menyadari, aku harus bersyukur karena dengan kesibukan orang tuaku bekerja mereka masih tetap ada waktu lebih banyak untuk keluarga. Akankah aku siap menghadapi dunia kerja itu? Itulah yang kini menjadi pemikiranku. Pada awalnya aku begitu menginginkan memasuki dunia itu namun ketika waktunya semakin dekat, aku mulai merasa was-was. Namun ketika ku temui mereka yang tengah melakoni dunia itu mereka membuka pikiran dan kembali memompa semangatku ‘tuk segera menjajaki dunia itu. Aku harus kuat dalam menempuh semuanya agar kudapat bertahan dalam dunia yang belum pernah kujajaki sebelumnya dan kutahu tak mudah ‘tuk berada di sana.


Dan pelajaran lain yang sangat membekas di hatiku dan sedikit memberikan ‘tamparan’ pada setiap tingkah lakuku selama ini adalah sulit dan beratnya menjadi seorang kakak, meski kuyakini tidak semua kakak akan mengalami hal-hal yang sulit dan berat. Aku perlahan menyadari ketika menjadi seorang kakak, mereka akan memikul suatu tanggung jawab baru, meski bukan tanggung jawab yang eksplisit namun ini seolah-olah menjadi salah satu kewajiban mereka untuk bertanggung jawab akan adik-adiknya. Ketika keberadaanku belum ada merekalah yang menjadi satu-satunya tempat mencurahkan kasih sayang dari semua keluarga namun ketika hadir sosok baru maka mereka harus ikhlas membagi kasih sayang yang diberikan padanya ke sosok baru itu. Harus banyak mengalah menjadi suatu hal yang selalu dituntut dari seorang sulung, hanya mereka yang memiliki kesabaran dan kedewasaan yang dapat melakukannya dengan baik. Tak pernah kubayangkan semua itu harus dialami oleh mereka. Meski ini hanyalah hal-hal kecil namun sekarang kumelihat dan kusadari bahwa semua itu tak semudah yang dibayangkan untuk dilakukan, akan ada pedih dan kesal di hati tiap kali semua itu dilakukan.

Dengan melihat ini semua aku kembali melihat pada diriku sendiri, semua kasih sayang lebih yang diberikan padaku ternyata sedikit banyak telah melukai saudaraku sendiri, aku terlalu sering diistimewakan, semua membuatku menjadi anak yang cukup manja dan egois. Hidup jauh dari rumah perlahan menghilangkan rasa manja ku sendiri. Meski sering kali sikap kekanak-kanakan dan egoisku menyulitkan dan melukai saudaraku namun ia tak pernah mengeluhkan itu padaku. Sungguh suatu kesabaran besar yang tak pernah kumiliki. Berkat hal-hal inilah aku sekarang belajar menerima sikap dan sifat-sifat teman-temanku yang dulu selalu membuatku marah. Semua ini telah berhasil mengubah pemikiranku dan membimbingku untuk belajar bersabar, belajar menjadi dewasa, belajar untuk menjadi lebih kuat dalam menghadapi segala sesuatu dan bersyukur untuk semua yang ada dalam hidupku.