Wednesday, August 25, 2010

MMR 41 Goes to Bali

18 Agustus 2010 menjadi hari yang sangat dinanti-nanti, hari itu sekitar pukul 15.15 kami akan terbang ke Bali. Sesuai dengan kesepakatan kami berkumpul di Terminal 3 Soekarno-Hatta pukul 13.00 untuk melakukan check-in dan bersiap boarding. Selama di Bali ini beberapa rekan kami ada yang sedang menjalankan puasa, namun itu semua bukan halangan untuk tetap menikmati liburan di Bali. Akhirnya saatnya boarding tiba dan kami siap menuju Bali. Dua orang teman yaitu Alvin dan Andin telah terlebih dahulu sampai di Bali karena mereka menggunakan penerbangan lain yang lebih awal. Mike juga sudah di Bali karena ini merupakan perpanjangan liburan di Bali bagi Mike. Sedangkan Ufi akan menyusul nanti sekitar pukul 19.00 tiba di Bali.

Inilah rangkaian perjalanan liburan kami di Bali :

1.         Bandara Ngurah Rai – Ayam Betutu – Bandara Ngurah Rai

Jakarta - Bali
Ayam Betutu. Plecing Kangkung dan Pelengkap
 Setibanya di Bali, Mike, Andin dan Alvin telah menunggu kami di gerbang kedatangan dan kami segera bergabung dengan mereka untuk langsung bersiap berbuka puasa dan makan malam di Ayam Betutu yang tidak jauh dari Bandara. Sajian pertama adalah Ayam betutu yang didampingi dengan plecing kangkung, kacang, dan sambal bawang. Rasanya? Hmmm entah karena lapar atau bukan tapi memang rasanya cukup menggoyang lidah masih ditambah sate lilit yang sangat empuk dan nikmat. Selanjutnya kami kembali ke bandara untuk menjemput Ufi dan melanjutkan perjalanan selanjutnya.


2.   Bandara Ngurah Rai – Celuk Agung – Lovina Beach – Kintamani – Legian – Harmony 


Lovina
 Setelah menjemput Ufi perjalanan panjang dilakukan untuk menuju ke Lovina, disini kami akan menginap semalam di Celuk Agung Hotel. Keesokan harinya sekitar pukul 6.00 WITA kami bersiap berangkat menuju pantai Lovina untuk melihat Lumba-lumba, dengan menggunakann 4 perahu kami mulai perburuan lumba-lumba, yang membuat lucu adalah proses pencarian lumba-lumba Chasing The Dolphin, kami harus memasang mata untuk melihat dimana lumba-lumba itu akan muncul, selanjutnya kami melihat keindahan taman hias namun sayangnya kami tidak sempat melakukan snorkeling sehingga kurang terlihat keindahan dasar lautnya. Selesai melihat lumba-lumba dan taman hias kami kembali ke hotel untuk bergegas menuju Legian dengan sebelumnya mampir di Kintamani untuk sejenak menikmati keindahan danau Kintamani.
Kintamani
 3.     Harmony – Ubud – Babi Guling bu Oka – Naughty Nuri’s – Harmony  - Bubba Gump – Harmony

Babi Guling Bu Oka

Naughty Nuri's Ribs
Keesokan harinya bisa dibilang ini adalah wisata kuliner. Pagi kami menuju ke sekitar Ubud kemudian makan Babi Guling bu Oka yang sudah terkenal dan terjamin enaknya itu, beberapa rekan muslim dan yang berpuasa memilih berjalan-jalan di sekitar pasar Ubud dan kemudian mereka lanjut ke Sukawati dan kembali ke hotel, sedangkan kami sisanya, selesai melahap sepiring babi guling kami melanjutkan perburuan PORK menuju Naughty Nuri’s, sayangnya kami harus berjalan kaki dari Bu Oka hingga Naughty Nuri’s dan ini sangat sangat melelahkan karena perjalanan cukup jauh dan mendaki. Namun tidak sia-sia perjalanan menuju Naughty Nuri’s yang mendaki dan melelahkan itu karena Ribs nya benar-benar memanjakan lidah. Kenyang dengan 2 jenis babi ini, sebenarnya kami berencana untuk berbuka di Bebek Bengil namun karena perut yang sudah terlanjur penuh akhirnya terpaksa dibatalkan dan kami kembali ke hotel di Legian The Harmony.

Bubba Gump
 Merasa sayang hanya menghabiskan malam di hotel beberapa dari kami berinisiatif berjalan jalan di sekitar legian hingga ke Kuta dan akhirnya untuk memuaskan rasa ingin tahu kami mencoba Bubba Gump. Terletak di Kuta tepatnya dekat dengan Discovery Mall dan bersampingan dengan SlingShot. Beruntung perut masih kenyang maka kami tidak memesan terlalu banyak, kami memesan Shrimp yang merupakan andalan di sana dan mencoba Pomegranate Margarita. Keunikannya adalah ketika mereka men-shake margarita akan ada iringan musik yang dimainkan oleh karyawannya. Jika ada yang berulang tahun juga tidak kalah ramainya para waiters akan memainkan musik dan memberikan birthday cake. Perjalanan pulang dilakukan dengan berjalan kaki, meski cukup jauh namun tidak terlalu melelahkan karena kami berjalan ramai-ramai.


4.       Harmony – Dreamland – Jimbaran – Harmony

KLAPA Dreamland
Tidak terlalu pagi perjalanan kali ini, sekita pukul 11.00 WITA kami mulai keluar hotel untuk mencari makan siang dan kami memilih makan di dekat Djoger. Kemudian kami menuju Dreamland. Dengan membayar 70rb kami mendapatkan tiket masuk KLAPA, sungguh pemandangan yang cukup mengasyikan melihat hamparan pantai, meskipun ramai namun cukup memberi ruang untuk kami bermain-main di pantai sembari menunggu sunset. Menjelang sunset kami semua bergegas mandi, sayangnya kamar mandi yang tersedia kurang memadai sehingga antrian panjang terpaksa dinikmati. Menikmati sunset kami mendapat voucher makan dan minum senilai 70 rb dan kami nikmati dengan meminum dan memesan beberapa makanan.

Selesai minum dan menikmati sunset, saatnya makan berat yaitu seafood di Jimbaran. Mike, Andre, Aldi, Julius dan Freddy memilih merayakan ulang tahun mereka kemarin dengan mentraktir kami di sini. Cukup banyak makanan dan minuman yang dipesan dan cukup untuk memenuhi rasa lapar selepas bermain di pantai tadi. Thanks to all of you guys!! And once again Happy Birthday! Selepas dari Jimbaran dan lelah karena bermain di pantai kami kembali ke hotel untuk beristirahat, namun ternyata dihotel dilanjutkan dengan bermain kartu dan mencoba Magic Mushroom yang terkenal dengan efeknya itu.




5.      Harmony – Karma Kandara – Pura Uluwatu – Padang Padang Beach – Blue Point – Warung Italia - Harmony

Karma Kandara
 Tema hari ini adalah melihat-lihat pemandangan dan hotel mewah. Makan pagi kami menikmati Sate Plecing dan Bakso ditambah nasi babi guling Bu Chandra yang ada di Denpasar. Kemudian dilanjutkan perjalanan ke sekitar ulu watu. Perhentian pertama kami dipuaskan dengan pemandangan indah hotel Karma Kandara dengan private beach nya. Tempat yang menjadi impian kami selanjutnya, kami mengabadikan keindahannya dengan berfoto-foto. 
Pura Uluwatu
Padang Padang Beach
 Selesai berfoto wisata mata dilanjutkan dengan Pura Uluwatu keindahan pantai dan Pura ditambah monyet-monyet disekitar menjadi hiasan mata kami, selanjutnya kami menuju Padang-Padang Beach, tempat yang menjadi lokasi syuting film Julia Roberts Eat, Pray and Love ini kami nikmati sesaat, kemudian kami menanti dan menikmati indahnya sunset di Bluepoint sunset terrace, dengan mengeluarkan 20rb dan mendapat makan dan minum kami beristirahat sembari menikmati keindahan sunset. 
Blue Point
 Perjalanan selanjutnya menuju Warung Italia,. Warung Italia memanjakan lidah dan perut ala masakan Italia dengan Triple size Pizza nya yang terkenal. Harga sesuai dengan nikmat yang didapat. Perut kenyang lanjut dengan beristirahat di hotel dan mempersiapkan diri untuk rafting keesokan harinya.
Warung Italia

6.       Harmony – Telaga Waja Rafting – Harmony - Ku De Ta – Harmony

Telaga Waja Bali Rafting
Rafting menjadi salah satu yang ditunggu-tunggu, meski terjadi sedikit keterlambatan namun akhirnya rafting tetap jadi dilaksanakan. Telaga Waja menjadi sasaran rafting kami., pada kesempatan ini pula kami berkenalan dengan teman baru, Wisnu, adik Agni yang turut berjuang di Telaga Waja. Dengan menggunakan 4 perahu karet kami menikmati perjalanan rafting sepanjang 12 km dengan perhentian di air terjun yang menyegarkan. Selesai menempuh rute yang konon terpanjang di Bali ini kami harus menaiki tangga yang sangat-sangat banyak dan sangat melelahkan, SALUT kami bagi teman-teman kami yang berpuasa! Selesai menaiki tangga kami lalu makan dan mandi kemudian masih harus menaiki tangga lagi untuk menuju mobil. 
Sukawati
Perjalanan dilanjutkan kembali ke Hotel namun sebelumnya kami sempatkan mampir ke Sukawati untuk berbelanja oleh-oleh. Beberapa dari kami memilih beristirahat karena ada yang merasa tidak enak badan juga namun sisanya tetep mengumpulkan semangat untuk menikmati hotel dan cafe di Ku De Ta, tempat yang terkenal dengan keindahan cafe nya ini menjadi tempat kami menghabiskan sisa malam terakhir kami di Bali. Selesai dari sana kami kembali ke Hotel dan beristirahat, namun pada tengah malam itulah seorang teman kami merayakan ulang tahun, Nandia merayakan hari jadinya yang ke 23 thn di malam terakhri kami di Bali, perayaan kecil kami adakan untuk sekedar memperingati hari bahagia tersebut.
Ku De Ta


Happy Bday Nandia


7.    Harmony -  Hawaiii Bali – Titiles – Bandara Ngurah Rai

Bali - Jakarta
Hari terakhir, meski berat rasanya harus meninggalkan pulau Dewata ini namun itulah yang harus terjadi. Kepulangan juga harus terbagi-bagi karena kami ber-14 tidak saut penerbangan. Andin dan Alvin harus pergi duluan sekitar pukul 16.00 kemudian kami bersepuluh pukul 18.05 dan Mike pukul 18.45 dan terakhir Ufi 19.50. Sebelumnya kami semua menuju Hawaii Bali untuk berbelanja lulur dan Titiles untuk belanja makanan dan terakhir kami menikmati santap siang di Solaria Ngurah Rai sembari bersiap untuk kembali ke Jakarta. Meski berat rasanya tapi akhirnya pukul 18.30 aku dan yang lain telah siap di pesawat yang akan membawa kami meninggalkan Bali.



Itulah rangkaian perjalanan yang mengasyikan untuk mengisi liburan semester pertama ini. Thank You guys for this wonderful holiday!!! Especially to Mike and Andre as EO and to Agni, Alvin, Andre, Mike as our driver in Bali.
Our Best EO
 It’s gonna be one of my great holidays. I hope we will have another amazing holidays next time.

Tuesday, February 23, 2010

Seandainya Mengapa

Seandainya dia tak pernah ada
Seandaimya dia tak pergi
Seandainya semua itu tak terjadi
Seandainya dapat kuulang semua itu
Seandainya masih ada waktuku 'tuk memperbaikinya
Seandainya waktu dapat kuputar kembali

Seandainya itu bukanlah seandainya
Mengapa itu hanya seandainya
Kuingin itu bukan hanya seandainya
Seandainya itu dapat terwujud
Takkan mungkin penyesalan ini begitu menyiksa

Seandainya kudapat memetik bintangku
Tanpa harus kukorbankan bintang yang lain
Hingga akhirnya aku kehilangan mentariku
Mentari kebanggaan yang selalu kuimpikan dan kuperjuangkan
Mengapa selalu malam yang menemaniku
Seandainya malam dapat menjadi pagi
Seandainya mentari itu tak terlepas
 
Mengapa ku harus kehilangan mentariku
Ketika mentari itu tlah kurengkuh
Penyesalan tiada henti kini merasukiku
Akankah ada kesempatan kedua untukku?
Mengapa harus kekecewaan dan air mata yang kuterima?
Mengapa senyum bahagia itu tak kunjung memenuhiku?
Pelangi indah itu tak lagi pernah menunjukan cantik warnanya

Mengapa harus ada dia?
Dia memberikan warna hidupku namun dia pula yang menghancurkannya
Tak hanya pelangiku yang terenggut namun pelangi orang yang kucintapun kau renggut
Aku ingin tak menyalahkanmu namun semua itu selalu menunjuk padamu
Awan gelap kumohon pergilah janganlah terus melingkupi laut kehidupanku

Mengapa semua itu tak terjawab?
dan mengapa semua mimpi itu hanya tetap menjadi seandainya
Pergilah sesal datanglah asa
Pergilah masa lalu datanglah masa depan
Tlah terbingkai yang lalu kini kan mulai kuukir yang baru
Sesalku tak kan pernah terhapus meski ombak terus menghapusnya

Friday, February 12, 2010

Ujung Genteng Trip

Menutup semester 7 dengan perjalanan ala backpacker, yang berarti juga sebagai penutup masa kuliahku di Universitas Parahyangan. Seminggu setelah aku menyelesaikan sidang akhirku yaitu tanggal 14 Januari 2010, aku memulai perjalanan ini. Ini merupakan pengalaman pertama bagiku untuk pergi berlibur ala backpacker. Awalnya peserta Ujung Genteng Trip ini sekitar 20 orang namun kemudian menyusut hingga 10 orang, awalnya aku mulai ragu apakah akan tetap melanjutkan perjalanan ini, namun setelah memantapkan hati dan aku mempertimbangkan bahwa mungkin ini akan menjadi perjalanan terakhirku bersama teman-teman kuliahku maka meski akhirnya kami hanya ber-8 orang maka kami tetap melanjutkan perjalanan ini. Sehari sebelum memulai perjalanan kami membicarakan dulu kapan dan dimana kami akan berkumpul. Pukul 8.00 kami akan berkumpul di terminal Leuwi Panjang. Pesertanya adalah Robby, Randy “Lontong”, Intan, Maria, Rizaldy “Ical”, Dodhy, Jaka dan aku.
Hari yang dinanti akhirnya tiba, 14 Januari 2010, pkl 6.30 kami berenam yaitu Intan, Maria, Ical, Dodhy, Jaka dan aku sepakat untuk berkumpul di Sentra Kampus untuk kemudian berangkat bersama ke Leuwi Panjang. Namun baru pada pukul 7.00 kami dapat berangkat. Kami berangkat dengan angkot 3 kali kami berganti angkot hingga akhirnya tiba di terminal Leuwi Panjang. Setelah tiba di sana kami menunggu 2 teman kami yang lain yang berangkat dari rumah mereka masing-masing. Akhirnya pukul 08.30 kami berdelapan dapat memulai perjalanan.
Perjalanan pertama kami dimulai dengan menggunakan bus MGI menuju Sukabumi. Kurang lebih sekitar 3 jam baru akhirnya kami sampai di Sukabumi hanya dengan Rp 21.000,00 per orang. Sampai di Sukabumi kami menunggu teman kami yang memang berasal dari Sukabumi yaitu Tasya. Di terminal itulah kami menunggu, dan kurang lebih 30 menit baru akhirnya kami bertemu dia. Cuaca saat itu kurang baik hujan deras meliputi Sukabumi, karna kami mengejar waktu untuk mencapai Ujung Genteng maka kami cepat-cepat makan di daerah terminal tersebut. Selesai makan kira kira pukul 12.30 kami segera menaiki angkot untuk menuju ke terminal lain. Angkot di sana ternyata lebih ‘memaksa’ daripada angkot di Bandung. Meski telah penuh terutama karna barang-barang namun si supir angkot terus menunggu dan memaksa masuk penumpang. Dengan Rp 5000,00 akhirnya kami sampai di terminal tersebut. Perjalanan menuju Ujung Genteng masih harus dilanjutkan dengan menggunakan angkutan desa Elf ‘Elep’ seharusnya Elep ini hanya mengantar hingga Surade namun karna kami cukup banyak maka supir tersebut mau mengantar ke Ujung Genteng dengan Rp 30.000,00.


Kurang lebih 4 jam lamanya kami harus bertahan di Elep, perjalanan ini menjadi sangat mengesankan dan sangat ‘menyulitkan’ karena ternyata jalan yang ditempuh tidak bagus dan selama kurang lebih 3 jam jalanan yang ditempuh terus berkelok-kelok seperti jalan di Cadas Pangeran. Bukan hal yang menakutkan jika dikendarai dengan santai, namun supir Elep ini sungguh dapat dikatakan luar biasa. Dengan Elep yang berisi kurang lebih 20 orang, dengan bagian depan 5 orang yang berarti supir hanya duduk setengah saja, ditambah dengan sedang menerima telepon supir ini masih sanggup untuk terus menyelip kendaraan di depannyameski kondisinya tikungan. Ujian berat untuk perut dan jantung terjadi di sana, dua orang temanku Robby dan Maria akhirnya tak sanggup menahan mual dan mereka terpakasa muntah. Aku dan Robby duduk di paling belakang dan celakanya yang membuat Robby muntah adalah karna ia melihat orang di sampingnya muntah dan tidak diplastik namun langsung saja di bawah. Ini benar benar menambah mual yang tengah aku rasakan. Akhirnya orang tersebut turun di tengah perjalanan dan beberapa orang mulai turun juga akhirnya aku dan Robby dapat pindah dari tempat duduk semula kami. Perjalanan dan ‘siksaan’ Elep belum berhenti disana kami masih harus menjalani 1,5 jam lagi perjalanan menuju Ujung Genteng. Kami sampai di Ujung Genteng sekitar pukul 16.30.
Setelah sampai di Ujung Genteng perjalanan pertama kami adalah mencari penginapan, tidak ada angkot maka kami harus berjalan kaki kurang lebih 1,5 km hingga mencapai penginapan Pondok Heksa. Setelah sampai di penginapan dan memutuskan untuk menyewa salah satu tipe kamar, maka kami mulai berberes beres. Kami mulai mempersiapkan memasak air, membereskan kamar dan dapur. Lalu kami mulai beristirahat dan sesekali melihat pantai yang tepat berada di depan penginapan kami. Setelah selesai mandi kami mencoba mencari makan, namun keadaan di luar hujan dan gelap, maka kami memilih memesan makanan dari penginapan. Kami makan bersama di penginapan tersebut. Malam pertama ini dihabiskan dengan bermain, seperti biasa main kartu capsa dan truff dan penutup dengan bermain monopoli.
Keesokan harinya, dimulai dengan rencana menuju pasar ikan. Kami berjalan cukup jauh ke sisi berlawanan dengan hotel kami untuk mencapai pasar ikan. Namun sayang ketika tiba di sana pasar sudah tidak terlalu ramai sehingga hanya tinggal beberapa pedagang saja. Akhirnya kami memutuskan membeli 2 ekor ikan dan membawanya pulang ke penginapan untuk di bakar. Karna cuaca sangat terik maka kami memilih menaiki angkot dengan menyewa angkot tersebut hingga sampai di penginapan. Kami meminta pada restoran penginapan untuk membakar ikan tersebut. Sambil menunggu ikan tersebut di bakar, kami mulai memasak nasi, dan tiba-tiba Jaka dan Lontong berinisiatif untuk mengambil kelapa muda sebagai minuman kami. Lebih dari 10 kelapa muda diambil dari pohon kelapa terdekat. Kemudia kelapa muda tersebut di buka di teras penginapan kami, hingga akhirnya menjadi sangat kotor teras kami. Setelah ikan matang kami mulai makan siang kemudian bersiap siap untuk pergi ke Pasir Putih dan Penangkaran Penyu.
Dengan menyewa ojek 8 buah (@Rp 55.000,-) kami mulai berangkat mengitari pantai untuk menuju sisi pantai yang terletak cukup jauh, jalan yang ditempuh cukup rumit dan licin. Belum adanya jalan yang baik yang dapat mengakomodasi mobil pribadi membuat perjalanan ini menjadi sedikit mengkhawatirkan dan kurang aman. Setelah kurang lebih 30 menit akhirnya kami berhenti di tepi hutan yang ternyata disana terdapat jalan kecil untuk menuju pasir putih tersebut. Dan benar saja ketika kami pertama melihat hamparan pasir putih itu sungguh pemandangan yang luar biasa, ketegangan akibat perjalanan menjadi hilang seketika. Pantai itu serasa milik kami sendiri karna disana hanya ada kami berdelapan. Tebalnya hamparan pasir dan deru ombak sungguh terasa. Meski terik matahari namun tidak mengurungkan niat kami untuk tetap bermain di tepi pantai itu.
Akhirnya setelah satu jam lebih dan mulai merasa bosan kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju ke Penangkaran penyu. Ketika akan pulang tanpa sengaja beberapa orang menyadari bahwa hamparan awan ada yang membentuk hati. Sayangya di Penangkaran penyu tersebut sedang tidak akan melakukan pelepasan penyu, biasanya setiap pukul 5 sore dilakukan pelepasan penyu ke laut dan pukul 8 malam penetasan telur penyu. Namun sayang ketika hari itu tidak ada pelepasan penyu. Akhirnya kami memutuskan kembali ke penginapan. Sekembalinya di penginapan kami bermain di pantai depan penginapan kami sembari menunggu giliran mandi.
Malam kami habiskan dengan makan malam bersama di hotel, dengan lauk Indomie goreng, nasi dan sisa ikan tadi siang. Malam itu kami cukup kelelahan beberapa tetap bermain beberapa hanya tidur-tiduran dan mengobrol. Dodhy terkena masuk angin sehingga ia cepat cepat beristirahat, kami semua mulai merasakan rasa terbakar di kulit akibat bermain di pantai. Esok paginya sesuai dengan janji dengan supir angkot yang akan membawa kami menuju tempat Elep yaitu pukul 10, kami segera bersiap siap dan secepatnya sarapan, sarapan kami sama seperti tadi malam yaitu Indomie Goreng ala Chef Jaka. Setelah semua selesai dan kami telah check out dari hotel akhirnya perjalanan pulang dimulai.
Perjalanan dimulai dengan angkot kemudia kami berganti dengan Elep. Ternyata kami tidak menaiki Elep yang sama dengan kemarin karna supirnya berhalangan maka ia digantikan dengan temannya. Saat perjalanan pulang inilah sakit punggung yang sudah lama aku derita mulai kambuh dan semakin mencapai puncaknya. Sekuat tenaga aku berusaha menahan rasa nyeri yang ternyata penyembuhannya membutuhkan waktu yang cukup lama. Perjalanan dengan Elep tidak jauh berbeda dengan ketika berangkat, kami diantar hingga terminal bus sukabumi, sebelum kembali ke Bandung kami menyempatkan diri makan di sekitar terminal tersebut. Kemudian kami naik bus menuju Bandung. Kurang lebih pukul 19.00 kami sampai di terminal Leuwi Panjang, yang berarti berakhir sudah perjalanan liburan kami di Ujung Genteng. Aku dan kelima temanku kembali ke Ciumbuleuit dengan menyewa angkutan karna hari telah malam. Inilah sebuah pengalaman yang sangat berharga dan sangat berkesan bagiku.
Meski ini bukan perjalanan yang mewah namun sarat dengan pengalaman yang indah. Kebersamaan, keceriaan, suka dan duka yang tak akan pernah terasa sama akan menjadi kenangan indah yang terukhir di hati. Terima kasih teman-teman kalian telah memberikan perpisahan yang sangat berkesan bagiku. Disana t’lah kutinggalkan segala duka dan sedihku akan semua yang terjadi selama aku menyelesaikan study ku termasuk rasa kehilanganku tlah kulabuhkan di tepi pantai itu agar aku dapat melupakannya dan memulai hidupku yang baru.

Friday, December 18, 2009

Kuliah

Akhirnya saatnya t’lah tiba, semua pertemuan akan diakhiri dengan perpisahan. Tiga setengah tahun tak terasa t’lah berlalu, banyak kenangan indah yang penuh dengan canda tawa dan air mata. Suka dan duka tiada henti menghiasi semua langkahku di sini. Kuliah suatu masa yang penuh kebebasan, kemandirian suatu masa sebelum benar-benar tenggelam dalam dunia yang sepenuhnya, masa persiapan terakhir ‘tuk masa depan.

Tak pernah kulupa, saat itu untuk pertama kalinya aku akan melangkah keluar dari rumah dan menuju tempat ku menuntut ilmu. Air mata turut mengiringi kepergianku dan kakakku. Semua terasa menyedihkan kala ayahku pergi setelah mengantarku di tempat kos yang hingga kini masih kutinggali. Dulu tak pernah kubayangkan aku akan hidup jauh dari rumah, karna aku tergolong anak yang cukup manja hahahahaha. 

Pertama kalinya aku memulai masa orientasi tanpa ada satu orang pun yang kukenal. Ketika itulah seorang teman pertama yang kukenal Mellisa, siapa yang menyangka ternyata dia satu kelas juga dengan ku. Setelah mulai masuk di kelas barulah aku menyadari ada beberapa teman SMP ku disana dan lucunya nomor urut kami berurutan. Minggu demi minggu kulalui dan akhirnya mulailah aku mengenal teman – teman ini. Tidak hanya teman satu kelas tapi satu angkatan, ospek jurusan membuat ku mengenal mereka. Pengalaman ospek yang penuh dengan tawa dan letih karna tugas-tugas ospek yang mulai berhamburan datang. Tapi semua itu hanya awal dari tugas-tugasku di kuliah. 

Semester pertama kulewati dengan adanya Praktikum Statistik ini adalah pertama kalinya aku merasakan betapa melelahkannya membuat laporan. Kelompok pertama ku adalah dengan teman-teman SMP ku, Reynard dan Erick. Kenangan yang cukup berkesan di semester ini adalah pertama kali dan terakhirnya aku mengalami Sidang Mencontek, karna kesamaan huruf besar dan huruf kecil akhirnya nilai modul itu dipotong hingga tinggal 47%. Hahahahahaha. Selain hidup perkuliahan aku juga mulai menikmati hidup sebagai anak kos. Aku mulai mengenal dan akrab dengan teman-teman kos ku, sungguh menyenangkan ketika lelah dan penat di kuliah aku bisa mendapatkan sedikit angin segar dengan keakraban yang lain yang kuterima dari teman-teman kos.

Semester selanjutnya kuawali dengan pengalaman yang cukup menyenangkan pertama kalinya aku merayakan Taun baru Imlek dengan teman-temanku. Meski tidak semua kukenal namun dari sanalah aku mulai mengenal mereka. Meski sedikit menyedihkan namun ini membahagiakan dan memberiku pengetahuan yang baru, banyak hal-hal baru yang kupelajari dari mereka. Semester ini kuawali dengan perpisahan dengan teman kuliahku, Vita. Ia memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan kuliahnya namun kembali ke rumahnya di Pekalongan. Berkat ia aku mulai masuk dan mengenal teman-teman yang akan menemani dan menjadi teman dekatku nantinya, Marina, Iren, Mawar dan Vanessa. Tanpanya belum tentu aku akan masuk dalam lingkaran itu, D’Mama Irvan (meski aneh namanya tp memang inilah nama yang diberikan). Di semester ini aku bekerja sama dengan Yehom untuk tugas praktikum statistiku selanjutnya. Akhir dari semester ini kunikmati libur yang sangat panjang yang ternyata terlalu lama libur cukup membuatku jenuh. Tanpa terasa satu taun sudah kulewati dengan status sebagai seorang mahasiswa.


Semester tiga kembali dimulai,setelah sekian lama menikmati libur tanpa belajar apapun rasanya mulai kuliah adalah hal yang menyenangkan karena bertemu dengan teman-teman tapi sekaligus menjadi hal yang melelahkan karna akan dimulai dengan tugas dan praktikum. Semester ini menjadi semester yang cukup padat banyak tugas dan praktikum, kali ini rekan praktikum APK&E 1 ku adalah Reynard, Marina dan Robby. Semester ini diisi dengan praktikum lain lagi yaitu ProsProd pembentukan, yang dilakukan di ITB pertama kalinya aku pergi ke ITB adalah praktikum itu. Hal yang sama juga terjadi pada semester empat ku dengan tetap adanya praktikum APK&E 2 dan ProsProd permesinan ditambah dengan adanya praktikum P3. Asisten praktikum P3 adalah cc sepupuku sendiri, Melli, tapi sayang aku belum pernah mendapat asisten dia. Hehehehe. Di praktikum P3 ini partnerku adalah Marina. Mulai dengan semester inilah mulai banyaknya tugas menumpuk dengan laporan terus menurus tiap minggu. Di semeseter ini aku mulai ikut dalam kegiatan kemahasiswaan yang diadakan Himpunan, dimana secara tidak langsung keaktifan ini berkat Marina dan Mawar yang menjadi anggota himpunan.


Semester 5 menjadi puncak kesibukan, diawali dengan ikut menjadi panita ospek dimana aku menjadi anggota divisi tata tertib. Selain itu kini aku menjadi anggota himpunan staff pengabdian masyarakat. Pada kesempatan inilah aku mendapat pengalaman berharga dan sangat berkesan meski aku kehilangan yang kuimpikan namun ketika aku berusaha menerima kehilangan itu aku mulai menikmati posisiku. Kegiatan ekstra ini menjadi penambah kesibukan dan tugasku dimana tidak lepas dari praktikum dan tugas besar. Aku harus menjalani praktikum SisProd dan menyelesaikan tugas besar P2P. Saat ini lah mulai muncul konflik dan ketidak sepahaman antara aku dan teman-teman dekatku itu. Ketika kesibukan masing-masing mulai menguasai ego masing-masing saat itulah emosi mudah tersulut. Tapi segalanya tak berlangsung lama dan akhirnya ketika semua telah terselesaikan, terselesaikan pula semua konflik kecil itu. 

Semester 6 dimulai dengan tetap adanya kesibukan eksternal dan kali ini ditambah dengan adanya praktikum PLO, praktikum yang setiap minggu dengan tugas yang luar biasa banyak itu mulai perlahan menimbulkan ketegangan diantara aku dan kelompokku. Diawali dengan perbedaan cara kerja yang selalu berusaha ditolerir lambat laun menjadi perbedaan tanggungjawab dan pelepasan tanggung jawab yang sangat sangat membuat ketegangan berlanjut. Semua itu ditutup dengan Sidang Ulang yang hanya karna hal Bodoh yang sangat sangat bodoh, kesalah pahaman dan tidak adanya perhatian menjadi pemicunya. Diakhir semester ini ditutup dengan STUPA dimana disinilah kami melepas segala ketegangan, menghapus semua konflik, dan menikmati saat saat liburan. Kebersamaan ini ditutup dengan acara menginap bersama di rumah Vanessa sambil merayakan ulang taun Marina. Meski berawal dari bersakit sakit tapi ditutup dengan kebahagiaan


Disela-sela pergantian semester, aku harus menyelesaikan tugas kerja praktekku. Aku sekelompok dengan Marina dan Vanessa, kami KP di Yamaha. Pengalaman KP ini sungguh berkesan bagiku, banyak hal baru yang kupelajari tidak hanya mengenai pelajaran kuliah tapi juga pelajaran hidup. Selama KP aku menumpang di rumah Vanessa hampir satu bulan lamanya. Hutang budi yang sangat besar. Meski tidak akan bisa terbayar sepenuhnya tapi aku akan berusaha untuk membayarnya.
Ini lah semester tujuh, semester terakhirku. Dengan penuh pertimbangan dan keyakinan yang diberikan padaku aku memutuskan mengambil skripsi di semester ini bersama dengan penuhnya tugas dan praktikum. Aku memilihi skripi Algoritma dengan pembimbing Ibu Hotna dan Ibu Cynthia. Meski penuh dengan masalah – masalah yang terkadang membuatku merasa putus asa dan sedih tapi saat inilah aku menemukan teman-teman sejatiku yang sebenarnya, teman-teman yang selalu ada dan mendukungku dan mereka selalu percaya dan yakin terhadapku. Meski tidak semua itu kutemukan pada diri mereka teman baikku tapi berkat mereka lah sekarang aku belajar untuk memilih, belajar untuk berdiri sendiri, belajar untuk lepas dari ketergantungan, belajar untuk melupakan dan belajar untuk menerima. Meski mereka akhirnya pergi disaat aku benar-benar membutuhkan tempat bersandar tapi aku menemukan bahwa disemua keadaanku kutemukan keluarga dan teman yang terbaikku akan selalu ada bersamaku. Berkat merekalah aku selalu meyakinkan diriku untuk bangkit dan lepas dari air mata dan keterpurukan. Kini aku hanya menanti akhir dari penutupan semester ini dan juga akhir dari masa kuliah ku. Hingga kini belum kutentukan arah ke depan yang akan kulakukan. Semester terakhir ini bukanlah semester yang terbaik dan menyenangkan bagiku, tapi di sinilah aku dapat membuka mata dan hatiku untuk menemukan teman dalam suka dan dukaku yang sebenarnya.

Inilah akhir dari masa kuliahku di Teknik Industri Unpar
1.Papi, Koko, Tina, Floren, Vania :
Terima kasih untuk semua dukungan dan doa dan semangat. Aku bisa menyelesaikan ini karna kalian percaya padaku bahwa aku bisa melakukannya. Meski hanya menjadi pendengar dari semua keluh kesahku namun itu semua begitu berarti dan membantuku selalu untuk bangkit dalam segala kondisi. Kala aku gagal dalam kalian selalu ada untuk membantuku berdiri dan mempersiapkan mimpiku selanjutnya, kala aku meraih sesuatu tak pernah kalian luput memberikan selamat dan melemparkan senyuman dan tawa untuk semua itu. Terima kasih sekali lagi kukatakan karna begitu berarti bagiku apalagi dalam kesendirianku dan kehampaanku kalian selalu mengingatkaku bahwa aku tak pernah sendiri karna kalian akan selalu ada untukku.
2.Untuk teman dekatku di kuliah :
Terima kasih untuk semua bantuan, suka dan duka, pengalaman dan pelajaran yang telah kalian berikan. Tiga tahun bersama menjadi pengalaman yang indah. Meski perpisahan yang tak menyenangkan itu harus terjadi, namun takkan kulupa semua yang telah kalian lakukan untukku. Kuyakini dan kusadari selalu ada amarah, benci, dendam dan kesedihan yang tak pernah luput tuk kuperbuat pada kalian, berkali-kali kita mencoba memahami satu sama lain namun mungkin tiga tahun menjadi batas akhir untuk kita saling memahami sehingga pada akhirnya perpisahaan yang tak semestinya terjadi terlalu dini ini harus terjadi. Tanpa sebab dan tanpa kata itulah jalan yang memisahkan semua kebersamaan ini. Meski belum sempat ku membalas semua budi baik kalian tapi biarlah waktu yang akan membayar semua itu nantinya. 

Maaf, hanya kata itu yang dapat kuucapkan untuk semua yang telah kuperbuat, dan terima kasih untuk semua yang telah kalian perbuat untukku. Air mata, kesedihan, duka, dendam, kebencian yang tersisa kini akan terhapus sudah dan akan berlalu seiring dengan perpisahan ini. Jika semua kenangan akan ini semua hanya menimbulkan duka biarlah terhapus bersih semua kenangan itu, terima kasih atas masa-masa yang telah kalian berikan sehingga proses penghapusan itu menjadi lebih tidak menyakitkan kini. Kenangan indah itu akan tetap menjadi kenangan tertulis namun maaf tak mungkin tuk diingat dihati karna hanya kesedihan dan luka yang akan menguasainya maka biarlah terhapus semua itu dari hati. Sekali lagi kuucapkan maaf dan terima kasih. Marilah kita menata hidup kita masing-masing tanpa ada bayang masa lalu. Terima Kasih dan selamat tinggal. Maaf aku bukan teman yang baik dan yang dapat mengerti kalian satu persatu. Untuk kamu, entah apa salah yang tlah kuperbuat sehingga harus berbuat seperti itu, anggaplah diamku ini sebagai pembayaran hutan budi dan kini semua cukup 3 bulan sudah cukup waktu yang kurelakan, sekarang saatnya menghapus masing masing diri dari kehidupan yang lain,selamat tinggal anggaplah semua tak pernah terjadi begitu pula dengan perjumpaan dan pertemanan atau apapun yang pernah terjadi, tak perlu lagi saling mengingat atau mengenal. Meski begitu aku bukanlah pecundang yang akan pergi tanpa maaf dan terima kasih maka dari itu melalui ini kuucapkan maaf dan terima kasih untukmu. Dan untuk yang lain dan yang telah menjadi 'perantara', jalanilah apa yang telah dipilih dan diyakini semoga itu yang terbaik untuk masing-masing kita, mungkin ini akhir dari jodoh perjumpaan kita.Meski terkadang sulit menentukan langkah tapi jangan biarkan kita selalu ada di persimpangan pilihlah satu pilihanmu dan jangan menjadi pribadi yang tak mampu memilih.Maaf untuk semua kerepotan atau masalah yang telah kutimbulkan, meski aku tidak mengerti apa yang sebenarnya kalian rasakan tapi dengan penuh keikhlasan kusampaikan maaf dan terima kasihku. 

Semoga kita semua beruntung dan berhasil dalam kehidupan ini.
3.Untuk teman-teman TI ku:
Terima kasih karna kalian telah mengisi hari-hariku selama di TI ini. Meski tidak semuanya kukenal dengan sepenuhnya tapi mengenal kalian akan memberi kenangan dalam hidupku. Mellisa, sebagai orang pertama yang kukenal (hahahahha) terima kasih atas semua canda tawa, pelajaran dan bantuan bimbingan belajar yang telah diberikan. Intan, Gita, Nadya, Cita, Kat, Tasya,Adis dan semua yang lain yang telah mengisi hari-hari menganggurku dengan cerita, gosip, acara bersama, dan belajar bersama selama ini, semangatlah kawan dalam setiap langkahmu. Untuk teman-teman seperjuangan skripsi bersamaku (Mellisa, Adis, Widi, Mike, Marina, Risa, Liza, Tiya, Felicia, Anthony, Surya, Tony, Tania, dkk) terima kasih atas motivasi dan semangat yang selalu kalian ingatkan padaku. Teman teman rekan praktikumku terima kasih atas bantuan kalian sehingga aku bisa melewati tahap demi tahap kuliahku.

A Friend...*
by: Author Unknown, Source Unknown
(A)ccepts you as you are
(B)elieves in "you"
(C)alls you just to say "HI"
(D)oesn't give up on you
(E)nvisions the whole of you (even the unfinished parts)
(F)orgives your mistakes
(G)ives unconditionally
(H)elps you
(I)nvites you over
(J)ust "be" with you
(K)eeps you close at heart
(L)oves you for who you are
(M)akes a difference in your life
(N)ever Judges
(O)ffer support
(P)icks you up
(Q)uiets your fears
(R)aises your spirits
(S)ays nice things about you
(T)ells you the truth when you need to hear it
(U)nderstands you
(V)alues you
(W)alks beside you
(X)-plains thing you don't understand
(Y)ells when you won't listen and
(Z)aps you back to reality

4.Teman-teman kos C92
Arlina, Melli, Dian, Evi, Aline, Karlina, Mariska, Ratna, Anita, Ceih, Lenny, Julia, Vera dan Wiwin terima kasih atas semua kekeluargaan yang kalian berikan selama kita tinggal bersama di kos ini.
5.Bu Hotna dan Bu Cynthia
Terima kasih atas semua bimbingan dan bantuan selama menyelesaikan skripsi sehingga aku bisa memenuhi syarat untuk meninggalkan bangku kuliah S1 ini.
6.Dosen dan Pekarya TI
Terima kasih untuk semua bantuan dan bimbingannya selama aku menuntut ilmu disini.
7.Teman-teman Asisten Prokom
Naftali, Adis, Fenny, Petrus, Ricky, Ko Gunawan, Ko Oke, Pak Anggolo, Pak Sandy, Mike, Mellisa, Regan, Tiji, Alfrans, Frans yang telah membantu ku dan memberi kesemapatan padaku untuk menjadi seorang asisten dan memberi pengalaman bekerja padaku memberikan dan mengajarkan tanggung jawab dalam bekerja.
8.Semua yang telah mendukung dan membantuku selama masa study ku di TI ini. Meski aku tidak dapat menyebutkannya tapi kuucapkan terima kasih atas bantuan dan dukungan kalian.

Monday, November 23, 2009

Dibalik Kisah Seorang Ayah

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya.....Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,
tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng,
tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil......
Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda.
Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...
Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" ,
Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....

Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.
Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang"
Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :
"Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!".
Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja....
Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu...
Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama....
Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :')
Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu..
Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir...
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut...
Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .
Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti...
Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa

Ketika kamu menjadi gadis dewasa....
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain...
Papa harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu?
Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang".
Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa.
Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan...
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!"
Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana.
Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya.
Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..
Karena Papa tahu.....
Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya....

Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik....
Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik....
Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk...
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih....
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
Papa telah menyelesaikan tugasnya....

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..
I love you dad..

Saturday, November 7, 2009

Kaca, Teman dan Akhir

Layaknya kaca,
Akan lebih baik jika membiarkan ia pecah ketika memang sudah retak
Daripada nantinya ia akan menyakiti diri sendiri
Begitu pula dengan berteman, bersahabat
Sekuat dan sesabar apapun segalanya ada batasannya
Ketika batasan itu telah terlampaui akan lebih baik membiarkannya berlalu
Daripada memaksakan dan bertahan namun hanya luka yang akan ditorehkannya


Sebuah analogi yang seringkali benar menganalogikan persahabatan dengan kaca. Keduanya dapat menjadi abadi namun dapat juga menjadi rapuh. Ketika kaca itu pecah pecahannya akan memberikan luka dan kesedihan pada si empunya. Jika masih dapat disatukan akan disatukan namun ketika retak dan pecahannya terlalu dalam akan lebih baik menyapu pecahan itu sebelum akan menyakiti si empunya dan orang lain. Agar kaca ini tak pecah haruslah kita menjaganya, membersihkannya dengan kelembutan dan terkadang memberikan tempaan yang cukup keras sesuai dengan batasannya sehingga kaca ini dapat tetap bersih dan kokoh.

Sama halnya dengan bersahabat ataupun membina hubungan dengan orang lain. Hubungan tersebut dapat menjadi selamanya namun dapat juga rapuh dan berakhir. Ketika hubungan ini telah terlampau banyak di penuhi pertengkaran, kesalahpahaman, perbedaan yang tak dapat disatukan maka akan lebih baik jika merelakan hubungan itu berakhir, memaksakan mempertahankan hubungan yang memang tak dapat disatukan lagi hanya memberikan beban dan luka yang semakin dalam terlebih bagi yang telah lama berjuang mempertahankan sehingga akan lebih bijaksana jika hubungan tersebut diakhiri.

Mencoba menjaga suatu hubungan atau persahabatan tidaklah mudah, terlalu banyak keegoisan dan perbedaan yang harus saling ditoleransi, pengertian dan perhatian menjadi suatu tuntutan bagi kedua belah pihak, jika satu saja tak dapat dilakukan maka hubungan tersebut hanya akan menjadi mimpi buruk yang dapat mengacaukan semua ketenangan hidup.

Aku belajar untuk menerima semua analogi itu dan akhirnya :

T'lah kucoba tuk mengertimu
Namun tak sekalipun kau mau mengertiku
Kau marah
Kau mengacuhkanku
Bahkan hingga kau menganggapku tidak ada
Kucoba 'tuk bersabar dan mengertimu
Namun goresan luka itu kini semakin dalam
Dan tak ada lagi sabar dan pengertianku untukmu
Sabar ini telah menemui batasnya
Semua amarah dan sedihku tlah habis untukmu
Kau acuhkanku
Maka akupun akan mengacuhkanmu
Kau menjauh
Maka akupun akan semakin menjauhimu
Tak ada lagi yang dapat menyatukan ini semua
Kurasa inilah saatnya kita memilih jalan terbaik
Hiduplah dengan caramu dan aku akan menjalani hidupku sendiri
Semua yang lalu biarlah berlalu
Ini saatnya mengakhiri semua persahabatan yang pernah terjalin
Kau memaksaku memilih jalan ini
Maka akan kupilih jalan ini
Mengakhiri ini akan lebih baik
Daripada memaksakan tuk mempertahankan semuanya
Namun semua hari-hari ku menjadi buruk karna semua amarah dan sedih yang kupendam karnamu
Dan akhirnya aku akan kehilangan lebih banyak lagi
Terimakasih untuk semua kebaikanmu yang tlah banyak membantuku
Terimakasih untuk semua 'perhatianmu' karna itulah aku banyak belajar dan dapat mengakhiri semua ini
Terimakasih untuk semua pengalaman dan kenangan baik ataupun buruk selama bersamamu
Semua sedih yang kauberikan padaku telah membuatku mengerti akan pilihan hidupku
Kini selamat tinggal
Aku bukalah siapa untukmu
dan Kaupun bukanlah siapa untukku
Selamat Tinggal Teman.